GROBOGAN, Mediapriangan.com - Suasana duka menyelimuti wilayah Grobogan setelah insiden tragis merenggut nyawa empat warga saat melintasi perlintasan kereta.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Jumat dini hari, 1 Mei 2026, ketika sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa rombongan pengantar haji tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang.
Lokasi perlintasan kereta yang tidak dilengkapi palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, menjadi saksi bisu hancurnya kendaraan tersebut.
Diduga kuat, jarak pandang pengemudi terbatas akibat kabut tebal dan minimnya penerangan di sepanjang jalur tersebut.
Benturan keras yang ditimbulkan menyebabkan mobil terpental sejauh 20 meter ke area persawahan di sekitar Grobogan.
Pihak kepolisian segera merespons laporan masyarakat mengenai adanya kecelakaan fatal tersebut.
Kasatlantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, memberikan penjelasan terkait kondisi para korban di lokasi kejadian.
"Dari 9 penumpang, 4 korban meninggal dunia, 3 korban rawat jalan, dan 2 korban dirawat di RSUD R Soejati Purwodadi Grobogan," ujarnya.
Dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, meluruskan identitas para penumpang mobil yang sempat menjadi perbincangan.
Iptu Eko Ari Kisworo menyatakan bahwa mereka adalah rombongan pendamping yang baru saja menyelesaikan tugas dari Solo.
"Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada (korban) calon haji. Tunggu ya masih didalami," ucapnya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak PT KAI Daop 4 Semarang turut buka suara mengenai keterlibatan KA Argo Bromo dalam musibah ini.