PANGANDARAN, Mediapriangan.com - Gelombang aksi penipuan melalui aplikasi pesan WhatsApp yang memanfaatkan skema pencatutan nama pejabat kini sedang menghantui wilayah Kabupaten Pangandaran.
Para pelaku pencatutan nama pejabat dilaporkan bergerak secara sistematis dengan menyamar sebagai orang dekat pimpinan daerah guna mengelabui masyarakat dan kalangan pengusaha.
Menanggapi situasi yang meresahkan ini, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran bergerak cepat mengeluarkan instruksi keamanan digital bagi publik.
Tim Pangandaran Saber Hoaks menemukan indikasi kuat adanya pihak luar yang mencoba mengintervensi komunikasi kedinasan dengan cara-cara yang tidak resmi dan melanggar hukum.
Kepala Diskominfo Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, menegaskan bahwa setiap komunikasi administratif pemerintah memiliki jalur baku yang tidak pernah dilakukan secara serampangan.
Menurutnya, penipuan melalui aplikasi pesan WhatsApp ini sering kali menggunakan teknik manipulasi psikologis agar korban merasa sedang dihubungi oleh pihak penting.
Salah satu temuan krusial mencakup penggunaan identitas palsu yang mengaku sebagai ajudan Wakil Bupati serta staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Targetnya mulai dari masyarakat umum hingga pelaku usaha perhotelan. Pelaku biasanya berupaya meminta nomor kontak pihak ketiga atau menginstruksikan sambungan telepon mendadak yang diklaim datang langsung dari pimpinan daerah.
"Jangan pernah memberikan nomor kontak orang lain kepada nomor tak dikenal, meskipun oknum tersebut mengaku sebagai Pejabat Pemerintahan," tegas Tonton Guntari mengutip prosedur pencegahan dini.
Baca Juga: Waspada, Situs Disdukcapil Pangandaran Palsu, Hindari Memasukkan Data Pribadi
Guna memutus rantai pencatutan nama pejabat, pihak Diskominfo Kabupaten Pangandaran meminta warga untuk selalu mengedepankan prinsip verifikasi.