pendidikan

SMAN I Singaparna Jadi Sekolah Maung, Kawah Candradimuka Pelajar Berprestasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:58 WIB
Kepala SMAN 1 Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, H. Dede Iryanto, S.Pd., M.Pd (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kebanggaan besar dirasakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya setelah resmi dipercaya menjadi bagian dari program Sekolah Maung 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program Sekolah Maung merupakan konsep pendidikan unggulan yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat dengan fokus mencetak generasi muda berkarakter kuat, berprestasi, serta memiliki daya saing global.

Mengusung moto “mencetak generasi berkarakter dan berprestasi”, Sekolah Maung hadir sebagai model pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, keterampilan, seni, olahraga, hingga inovasi.

Baca Juga: Diluncurkan Prabowo di Indo Defence 2025, Ini Sosok Pandu Si Mobil Taktis Listrik Buatan Anak Bangsa Penerus Maung

Dalam skemanya, Sekolah Maung akan memiliki maksimal 12 rombongan belajar dengan jumlah 32 siswa di setiap kelas. Peserta didik yang diterima merupakan siswa-siswi berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Kepala SMAN 1 Singaparna, Dede Iryanto mengatakan, penunjukan sekolah yang dipimpinnya sebagai Sekolah Maung menjadi sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar.

Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijalankan secara maksimal agar mampu melahirkan lulusan unggul yang kelak menjadi tulang punggung pembangunan Jawa Barat sesuai harapan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Turut Konvoi Juara Persib, Sebut Maung Bandung Layak Menjadi Raja Sepak Bola Asia di Masa Mendatang

“Sebagai kepala sekolah yang dipercaya menjadi Sekolah Maung, tentunya amanah ini harus dijalankan dengan baik dan optimal. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan sekolah dengan output unggul di berbagai bidang,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dede menilai, hadirnya Sekolah Maung akan memunculkan kompetisi sehat di kalangan pelajar untuk mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki masing-masing siswa.

Pasalnya, peserta didik yang masuk merupakan siswa dengan latar belakang prestasi sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

Baca Juga: Ngeri, Mobil Maung Bakal Dipakai Pejabat RI? Intip Spek Canggih Garuda Limousine Prabowo dan Aturan Mobil Dinas

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas lulusan tetap sangat ditentukan oleh pengelolaan pendidikan yang baik.

“Ibarat menanam padi dengan bibit unggul, jika pengelolaannya tidak baik maka hasilnya bisa saja tidak maksimal. Karena itu kami akan berupaya optimal agar output yang dihasilkan jauh lebih berkualitas,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini