Kirab Mahkota Binokasih Singgah di Kabupaten Tasikmalaya, Rute Berubah Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 3 Mei 2026 | 22:15 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dijadwalkan hadir langsung dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (4/5/2026). (Dok. Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dijadwalkan hadir langsung dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (4/5/2026). (Dok. Humas Jabar)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan hadir langsung dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih yang dijadwalkan singgah di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026).

Agenda tersebut merupakan rangkaian dari Milangkala Tatar Sunda yang menjadi wujud napak tilas sejarah panjang Kerajaan Padjadjaran, serta sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal.

Melalui pernyataan resminya di akun TikTok pribadi, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mengungkapkan adanya perubahan rute kirab.

Baca Juga: Napak Tilas Padjadjaran Menggema, Mahkota Binokasih Keliling Jawa Barat dalam Balutan Budaya

Awalnya, rombongan direncanakan menuju Kampung Adat Naga di Kecamatan Salawu, namun dialihkan ke Pendopo Kabupaten Tasikmalaya.

Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi jika kirab tetap melintasi kawasan Kampung Naga yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya.

“Rutenya berubah. Semula kirab menuju Kampung Naga, tetapi karena dikhawatirkan terjadi kemacetan, maka dialihkan menuju Pendopo baru Kabupaten Tasikmalaya,” ujar KDM.

Kabupaten Tasikmalaya bersiap menyambut Kirab Mahkota Binokasih! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dipastikan hadir langsung besok, Senin (4/5/2026).
Kabupaten Tasikmalaya bersiap menyambut Kirab Mahkota Binokasih! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dipastikan hadir langsung besok, Senin (4/5/2026). (Dok. Humas Jabar)

Ia menjelaskan, rombongan kirab akan bergerak dari kawasan Gunung Galunggung melalui jalur Jalan Ciawi–Singaparna (Cisinga) pada pukul 19.30 WIB.

Jalur tersebut dinilai lebih representatif untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan kirab secara lebih tertib.

Kehadiran kirab di Tasikmalaya juga akan disambut dengan kesenian khas daerah, yakni mamanukan. Tradisi ini merupakan arak-arakan patung berbentuk burung yang biasanya digunakan dalam prosesi hiburan anak yang akan menjalani khitanan.

Baca Juga: Dari Poco-Poco hingga Pencak Silat, Formaskab Jadi Panggung Rakyat Tasikmalaya

Dalam praktiknya, anak yang diarak akan dinaikkan ke atas patung, kemudian diiringi musik khas seperti tarling sambil berkeliling kampung.

KDM menilai keterlibatan kesenian lokal dalam penyambutan kirab menjadi simbol kuat bahwa tradisi leluhur masih hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Sunda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X