berita

Sensasi Adem Atap Alduro Berbahan Limbah Saset, Terobosan Baru Program Bedah Rumah Pemkot Yogyakarta

Rabu, 20 Mei 2026 | 08:03 WIB
Penggunaan atap Alduro dalam program bedah rumah oleh Pemkot Yogyakarta. (Dok. Pemkot Yogyakarta & PT Sirkular Karya Indonesia)

Baca Juga: BPK Desak Evaluasi Total Kredit Perumahan BTN Usai Temukan Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Dalam proyek penataan ini, pihak pelaksana mempercayakan bagian proteksi atas bangunan kepada produk atap Alduro.

Komponen ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan kenyamanan rumah ramah lingkungan karena karakteristik bahannya yang elastis, kedap suara saat terjadi badai, serta efektif menjaga stabilitas suhu di dalam ruangan.

Pengadaan komponen tersebut dilakukan oleh PT JOS selaku mitra pengerjaan dengan menyerap langsung pasokan dari PT Sirkular Karya Indonesia (SKI).

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soroti Penataan Lingkungan Usai Rampungkan Kirab Budaya Mahkota Binokasih

Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, memastikan seluruh rangkaian uji kelayakan fisik telah terpenuhi sebelum material dipasang pada atap bangunan.

“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” terang Prima.

Jauh sebelum diterapkan pada proyek pemukiman di wilayah ini, konsep penciptaan produk penutup bangunan berbasis limbah saset tersebut telah dipaparkan secara mendalam oleh pihak produsen.

Direktur Utama PT SKI, Sugiarto Romerli, mengungkapkan bahwa produk ini lahir sebagai jawaban atas kegelisahan menumpuknya sisa kemasan komposit di tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan

“Untuk Alduro ini memang sampah-sampah yang sering kita temui sehari-hari, sampah yang plastik yang mengandung berbagai macam jenis tipe material, ditempel jadi satu. Itu adalah yang biasa kita ketemui dalam bentuk saset,” urai Sugiarto dalam sebuah forum diskusi bersama media.

Ia menekankan bahwa membiarkan sisa kemasan saset menumpuk tanpa adanya hilirisasi produk yang jelas akan memicu kerusakan ekologis yang lebih parah di masa depan.

“Sampah ini mengganggu lingkungan, kalau dia masuk ke waterway atau sungai, endingnya ke laut, itu sangat berbahaya untuk ekosistem,” tambahnya.

Baca Juga: Jelang Merger Tiga Bank Daerah, Figur Besar Mulai Berebut Kursi Komisaris BUMD

Berkat ketepatan formula produksinya, bahan bangunan alternatif ini kini menjadi bagian penting dalam program bedah rumah yang difasilitasi oleh Pemkot Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026).

Halaman:

Tags

Terkini