CIAMIS, Mediapriangan.com -Sebuah terobosan baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif siap menggebrak Jawa Barat dari arah Priangan Timur melalui kehadiran Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).
Zona Kuliner KHAS ini diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis di sebuah kawasan terintegrasi yang dirancang khusus pada rest area non-tol. Konsep tersebut sekaligus menjadikannya sebagai pelopor Zona KHAS pertama di Jawa Barat.
Rencana besar ini dijadwalkan resmi meluncur bertepatan dengan momentum perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, yang akan berlangsung pada 5 hingga 7 Juni 2026.
Kehadiran pusat kuliner ini diproyeksikan tidak hanya menjadi magnet baru bagi wisatawan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis syariah.
Pemerintah daerah menargetkan program ini mampu memicu percepatan sertifikasi produk lokal. Melalui wadah ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas produk mereka agar siap bersaing di pasar yang jauh lebih luas serta sukses naik kelas.
Apresiasi dan Visi Pemimpin Daerah
Langkah taktis ini mendapat kawalan langsung dari jajaran eksekutif. Saat memantau agenda Kurasi Chef Halal di Aula Wretikandayun, Pusat Budaya Karangkamulyan pada Selasa (19/5/2026).
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan catatan penting mengenai potensi besar makanan khas daerah. Beliau melihat ceruk pasar yang masif jika pengelolaan kuliner dikonsep secara matang.
Dalam sela-sela pemantauan produk inovasi dari para pelajar, profesional, dan masyarakat umum tersebut, Herdiat menyampaikan pandangannya mengenai urgensi penguatan identitas pangan lokal.
''Menjadi kebanggaan ketika makanan khas daerah mampu dikenal lebih luas dan dapat bersaing dengan kuliner dari berbagai daerah maupun luar negeri,'' ujarnya.