Revitalisasi Sungai Cikunten Dikeluhkan Warga, Pasokan Air Irigasi Menurun dan Petani di Tasikmalaya Terdampak

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Senin, 6 Juli 2026 | 17:16 WIB
Warga pemilik bangunan di atas bantaran Sungai Cikunten mempertanyakan proses pembongkaran bangunan oleh BBWS Citanduy di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). (Dok. AMS)
Warga pemilik bangunan di atas bantaran Sungai Cikunten mempertanyakan proses pembongkaran bangunan oleh BBWS Citanduy di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Revitalisasi Sungai Cikunten yang dikelola oleh BBWS Citanduy di Kota Tasikmalaya memicu keluhan dari warga dan petani. Sejumlah petani Tasikmalaya, khususnya di Kecamatan Mangkubumi, mengeluhkan berkurangnya pasokan air irigasi akibat pekerjaan revitalisasi yang sedang berlangsung.

Proyek yang telah berjalan cukup lama itu menyebabkan debit air yang mengalir ke saluran irigasi menurun drastis sehingga mengancam keberlangsungan lahan pertanian di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Mangkubumi.

Selain berkurangnya pasokan air irigasi, warga juga mengeluhkan minimnya sosialisasi terkait pelaksanaan proyek rehabilitasi Sungai Cikunten. Sejumlah warga mengaku terkejut ketika alat berat mulai beroperasi di bantaran sungai, termasuk membongkar sejumlah bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai.

Baca Juga: Menagih Oleh-Oleh APEKSI 2026 untuk Kota Tasikmalaya

Mahmud (62), warga Kampung Gunung Subang, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, yang menjadi salah seorang warga terdampak, mengaku baru menerima pemberitahuan untuk mengosongkan rumah sekitar satu bulan sebelum pekerjaan dimulai.

Menurutnya, tenggat waktu tersebut terlalu singkat untuk mempersiapkan tempat tinggal baru maupun membongkar bangunan yang selama ini ditempatinya bersama keluarga.

"Saya baru sekitar sebulan lalu mendapat pemberitahuan dari pihak BBWS untuk mengosongkan rumah. Waktu itu terasa sangat mepet untuk mencari tempat tinggal pengganti dan memindahkan barang-barang," ujarnya.

Baca Juga: HUT ke-118 INI, 95 Notaris Kota Tasikmalaya Perkuat Hukum Waris Islam untuk Cegah Sengketa Waris

Mahmud mengakui rumah yang ditempatinya berada di kawasan bantaran Sungai Cikunten. Namun, ia berharap pemberitahuan dapat disampaikan jauh hari sebelum proyek dimulai agar warga memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi agar aktivitas pertanian tidak terganggu.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, mengatakan laporan mengenai berkurangnya debit air diterima dari para petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Baca Juga: PAN Kota Tasikmalaya Bidik Delapan Kursi DPRD pada Pileg 2029, Soliditas Partai Jadi Kunci Kemenangan

Pemerintah daerah kemudian langsung berkomunikasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X