BANDUNG, Mediapriangan..com - Ancaman pemecatan hingga menyeret pelaku ke ranah hukum kini membayangi para oknum yang nekat mencederai integritas dunia pendidikan di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah ekstrem demi mengawal proses seleksi yang bersih, objektif, dan adil. Target utamanya adalah melahirkan generasi berprestasi tanpa adanya campur tangan ataupun fasilitas khusus dari pihak luar.
Langkah preventif ini diambil bersamaan dengan momentum penting di pekan terakhir bulan Mei. Pendaftaran SPMB Jabar 2026 dimulai pada Senin (25/5/2026) ini khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersikap sangat keras terhadap potensi kecurangan di sekolah unggulan yang baru dibentuk tersebut.
Guna memastikan kualitas input peserta didik baru, ia tidak ragu untuk menggunakan kewenangannya dalam menertibkan aparatur sipil maupun panitia yang melanggar komitmen bersama.
“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Kolaborasi TNI dan Swasta Hidupkan Semangat Berbagi
Mantan Bupati Purwakarta tersebut mengonfirmasi bahwa keseriusan ini bukan sekadar gertakan normatif.
Sanksi pidana dan sanksi sosial berupa pengumuman identitas pelaku ke hadapan umum telah disiapkan jika ditemukan adanya pemaksaan kehendak atau nepotisme selama masa penerimaan siswa baru berlangsung.
Hal ini dilakukan karena institusi pendidikan tersebut didesain khusus mencetak kader-kader terbaik berdasarkan kemampuan murni.
“Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,” katanya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi akan menjadi senjata utama untuk menangkal intervensi dari pihak-pihak yang merasa memiliki pengaruh besar.