“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucapnya.
Menurut mantan pemimpin Purwakarta tersebut, pembentukan institusi elite ini harus diawali dengan fondasi yang jujur.
Kualifikasi akademik maupun nonakademik calon pelajar wajib menjadi satu-satunya parameter kelulusan, sehingga praktik-praktik koruptif masa lalu harus dipangkas habis.
“Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Dedi.
Baca Juga: Rekor Hattrick Juara dan Rencana Museum di GBLA Warnai Sukses Besar Persib Bandung
Melalui komitmen ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak berbakat yang haknya terenggut oleh sistem kedekatan personal.
Pengawasan ketat akan terus diberlakukan hingga masa seleksi ditutup secara resmi menjelang akhir pekan nanti.
“Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,” katanya.***