daerah

Owner WO Marwah Diduga Sengaja Bungkam Mantan Karyawan yang Menagih Hak Gaji Selama Berbulan-bulan

Senin, 25 Mei 2026 | 20:48 WIB
Sisi gelap industri pernikahan kembali terbongkar, mantan karyawan ungkap siasat owner WO Marwah yang gunakan UU ITE demi menunda bayar gaji. (Threads/putriwlndry - a.cheerfulgirl)

Baca Juga: Kolaborasi TNI dan Swasta Hidupkan Semangat Berbagi

Kondisi memprihatinkan yang menimpa para mantan karyawan ini berbanding terbalik dengan gaya hidup yang dipertontonkan oleh jajaran pimpinan.

Mantan staf paruh waktu melalui akun @fwzagyt_0823 menyoroti ketimpangan sosial tersebut, di mana upah bulanan staf tetap dirapel dan uang saku tambahan untuk operasional seperti makan dan transportasi saat acara berlangsung justru ditiadakan.

“Gaji yang harusnya jadi hak karyawan beberapa bulan nggak diturunin, tapi ownernya alias Ekarisma ini bisa bolak-balik umroh dan liburan ke Labuan Bajo,” tuturnya.

Baca Juga: Sensasi Star Wars di Tasikmalaya, Cek Jadwal Film Tasik XXI Plaza Asia 25 Mei 2026 dan Harga Tiketnya di Sini

Ia juga menyertakan bukti tertulis mengenai sistem pengupahan tenaga lepas sebesar Rp300.000 per hari yang realisasinya seringkali molor berhari-hari dari kesepakatan awal.

“Pembayaran fee part time yang molor dari perjanjian awal. Udah tertera di bawah sini kalo pembayaran H+1 nyatanya bisa sampai H+4, itu pun waktu di-follow up suka dioper dan nunggu mulu,” tulisnya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Bobroknya tata kelola internal ini pada akhirnya berujung pada lumpuhnya layanan eksternal perusahaan.

Baca Juga: Gerak Cepat Bupati Herdiat Salurkan Bantuan Rutilahu untuk Perbaikan Rumah Warga Disabilitas di Cisaga

Puncaknya, kasus dugaan penipuan yang melibatkan nama WO Marwah mencuat ke permukaan setelah sebuah acara resepsi di gedung Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 23 Mei 2026, gagal total karena area pelaminan kosong tanpa dekorasi dan katering akibat pengelola yang mendadak hilang.

Kini, setelah operasional kantor dan kediaman pemilik dalam keadaan kosong ditinggal penghuninya, para calon pengantin yang menjadi korban bersama para mantan karyawan mulai bergerak bersama untuk menempuh jalur hukum guna menyelesaikan kasus dugaan penipuan massal ini.***

Halaman:

Tags

Terkini