daerah

Sempat Terkepung Kabut, Pendaki Asal Malaysia dari Gunung Rinjani Akhirnya Dievakuasi Pakai Helikopter BASARNAS

Rabu, 27 Mei 2026 | 11:40 WIB
Detik-detik proses evakuasi menggunakan helikopter yang dilakukan oleh BASARNAS saat menjemput seorang pendaki asal Malaysia yang cedera di kawasan Gunung Rinjani untuk dibawa menuju Rumah Sakit Inmedika Bali. (Instagram/pos_sarkayangan)

 

BALI, Mediapriangan.com - Rumah Sakit Inmedika yang terletak di Sanur, Bali, kini menjadi tempat penanganan medis intensif bagi seorang warga negara asing yang mengalami kecelakaan saat berwisata di Nusa Tenggara Barat.

Korban diterbangkan langsung dari wilayah pegunungan setelah melewati proses penyelamatan dramatis yang melibatkan armada udara.

Pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika tersebut mendarat di helipad kawasan Benoa, Bali, pada Selasa pagi, 26 Mei 2026, sekitar pukul 09.05 Wita.

Langkah medis darurat ini diambil setelah tim penolong berhasil menjemput korban dari ketinggian menggunakan transportasi udara demi mempercepat penanganan cedera parah yang dialaminya.

Baca Juga: Usai Serangkaian Insiden, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Total hingga SOP dan Keamanan Ditingkatkan

Penyelamatan ini tidak berjalan mulus karena faktor alam yang ekstrem. Lembaga kemanusiaan BASARNAS sejatinya sudah mengerahkan armada sejak Senin, 25 Mei 2026 sore.

Namun, upaya evakuasi medis udara tersebut terpaksa ditunda akibat jarak pandang yang memburuk di area pegunungan.

Melalui akun Instagram resmi @pos_sarkayangan yang diunggah pada Selasa, 26 Mei 2026, pihak BASARNAS membeberkan beratnya situasi di lapangan ketika tim pertama kali mencoba melakukan penjemputan.

"Pada Senin sore, kru helikopter mengalami kendala kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun," tuturnya.

Baca Juga: Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani dan Dievakuasi Lewat Udara, Basarnas Lakukan Aksi Penyelamatan Dramatis

Faktor keselamatan kru penerbangan menjadi alasan utama helikopter penolong terpaksa memutar balik pada hari pertama operasi penanganan.

"Meskipun telah mencoba bermanuver mencari celah, jarak pandang yang sangat terbatas memaksa helikopter untuk kembali ke pangkalan Bali demi aspek keselamatan penerbangan," paparnya.

Setelah bermalam dalam kondisi terbatas, titik terang muncul pada Selasa pagi ketika cuaca di sekitar Gunung Rinjani mulai bersahabat dan langit menjadi lebih cerah.

Halaman:

Tags

Terkini