TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pada momentum Iduladha 1447 H, harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar di Kota Tasikmalaya mulai mengalami kenaikan.
Kenaikan harga yang cukup tinggi terjadi pada komoditas sayuran jenis cabai di mana harga cabai merah besar kini harganya tembus Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga cabai merah tersebut diakibatkan pasokan cabai ke pasar berkurang sementara permintaan mengalami kenaikan jelang pelaksanaan ibadah kurban.
"Harga cabai merah besar di pasar kini Rp 140 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai merah besar sudah terjadi dalam seminggu terakhir ini hanya naiknya bertahap," ujar Surya (45) salah seorang pedagang sayuran di blok C 2 Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Viral Sapi Kurban Masuk Pelaminan di Purwokerto, Tenda Pernikahan Rusak Jelang Akad Nikah
Semula lanjut Surya, harga cabai merah dijual Rp 80.000 per Kg. Kemudian setiap harinya terus mengalami kenaikan hingga sampai di angka Rp 90 ribu per kilogram.
"Nah dari situ naik terus dan sekarang sudah di Rp 140 ribu per kilogram," katanya.
Dikatakan Surya, akibat harga yang tinggi, banyak pembeli cabai yang mengurangi volume pembelian.
"Ya dari biasanya 2 kilogram, sekarang paling 1 kilogram. Terutama untuk konsumen para pedagang makanan. Untuk pedagang seperti saya juga rugi, barang susah dan harganya naik ugal-ugalan," katanya.
Baca Juga: Viral Sapi Kurban Lepas di Dekat Stasiun Klaten, Warga Panik Kejar hingga Jalanan Mendadak Ricuh
Sementara untuk harga cabai merah keriting harganya masih di angka normal yaitu Rp 80.000 per Kg. Begitu juga dengan harga cabai rawit domba, kini dijual di Rp 65.000 per Kg.
Tingginya harga cabai, tentu saja dampaknya sangat dirasakan konsumen salah satunya para pemilik rumah makan warungan. Menurut pemilik warung nasi, mereka terkarang terpaksa mengurangi kadar cabai untuk setiap makanan yang mereka jual.
"Ya sekarang mah untuk bumbu, cabainya kita kurangi. Termasuk untuk sambal juga cabainya kita kurangi, sehingga jangan heran kalau sambal sekarang tidak pedas," ujar Yati (43) salah seorang penjual warung nasi di Jalan Tarumanagara Kecamatan Kawali Kota Tasikmalaya.