daerah

Idul Adha 2026, Jasa Giling Daging di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Cenderung Sepi

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:50 WIB
Momen Idul Adha 2026, jasa giling daging di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya sepi. Penurunan jumlah hewan kurban buat warga jarang olah daging kurban. (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Musim Idul Adha biasanya menjadi ladang rezeki bagi para pelaku usaha jasa giling daging. Usai Idul Adha biasanya warga berbondong-bondong membawa daging kurban untuk diolah, terutama untuk dijadikan bakso dan olahan siap masak lainnya.

Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada momen Idul Adha 2026, kondisi itu tidak terjadi. Dari pengakuan sejumlah pengusaha jasa olahan daging pada momentum Idul Adha tahun ini usahanya justru sepi.

Hal ini salah satunya dirasakan Didin, pemilik jasa penggilingan daging di Pasar Cikurubuk, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Didin mengaku, sejak awal dibukanya layanan penggilingan daging pada Rabu, 27 Juni 2026 kemarin, jumlah pelanggan yang membutuhkan jasa giling daging tidak seramai biasanya.

Baca Juga: Iduladha 1447 H, Harga Cabai Merah Besar di Kota Tasikmalaya Tembus Rp 140 Ribu

“Sekarang mah agak sepi. Biasanya yang ngegiling daging itu berjubel-jubel, sampai antre, sekarang mah sepi,” ujar Didin, ditemui di tempat kerjanya, Kamis, (28/5/2026).

Meski demikian, Didin tetap membuka usahanya setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore. Ia mempertahankan tarif lama sebesar Rp5.000 per kilogram demi menjaga loyalitas pelanggan dan agar masyarakat tetap terbantu, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Kebanyakan pelanggan, kata Didin, menggiling daging untuk dijadikan bakso, salah satu olahan favorit masyarakat usai kurban. Bagi beberapa keluarga, membuat bakso dari daging kurban telah menjadi tradisi tahunan.

Baca Juga: Viral Sapi Kurban Masuk Pelaminan di Purwokerto, Tenda Pernikahan Rusak Jelang Akad Nikah

Kondisi sepinya jasa giling daging pada momentum Idul Adha tahun ini diakui Didin dikarenakan berkurangnya jumlah hewan kurban, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat.

"Ya selain jumlah hewan yang dipotong berkurang, juga pola konsumsi masyarakat. Karena kalau jumlah dagingnya tidak banyak biasanya masyarakat memasaknya langsung tidak diolah seperti dibuat bakso," jelas Didin.

Meski begitu, Didin tetap menjalankan usahanya dengan penuh semangat. Baginya, Idul Adha bukan sekadar waktu panen secara ekonomi, tetapi juga momentum untuk saling membantu dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca Juga: Viral Sapi Kurban Lepas di Dekat Stasiun Klaten, Warga Panik Kejar hingga Jalanan Mendadak Ricuh

“Yang penting mah tetep buka, siapa tahu ada yang butuh namanya juga usaha,” kata Didin.

Seperti yang dikatakan Atik Atikah, warga Kelurahan Kalangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Halaman:

Tags

Terkini