Di tengah ramainya perbincangan mengenai dugaan malpraktik terhadap pasien jantung, publik juga kembali mengingat kasus kelalaian medis lain yang pernah mencuat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Sebelumnya, seorang bayi berusia tiga bulan dilaporkan mengalami perubahan warna kulit hingga menghitam pada bagian tangan setelah pemasangan infus.
Kasus tersebut sempat mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kaltim. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, ketika itu menyatakan pihaknya melakukan pendalaman terhadap laporan yang diterima.
"Kami sedang menghimpun informasi dan mendalami kejadian tersebut," kata Mualimin di Samarinda, pada hari yang sama.
"Yang jelas, masalah ini harus segera diselesaikan oleh pihak rumah sakit itu sendiri," sambungnya.
Baca Juga: Banjir Bandang Gorontalo Utara Sisakan Lumpur dan Kerusakan, 529 KK di 5 Desa Masih Terdampak
Menurut Dinas Kesehatan Kaltim, laporan awal diterima dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak. Laporan itu berkaitan dengan kondisi balita yang mengalami pembengkakan dan perubahan warna kulit pada area bekas pemasangan infus.
Mualimin menegaskan bahwa kejadian tidak diinginkan dalam layanan kesehatan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Ia juga menilai langkah penanganan cepat sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
"Langkah mitigasi cepat dan tepat sasaran ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi ketidakpuasan masyarakat yang dapat berujung pada somasi atau tuntutan hukum berkelanjutan," tukasnya.***