daerah

Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh

Selasa, 9 Juni 2026 | 19:08 WIB
Salah satu tempat produksi tahu di Kampung Nagrog, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, tetap memproduksi tahu di tengah naiknya bahan baku kedelai, Selasa (9/6/2026).*** (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Masyarakat Kota Tasikmalaya mulai mengaku kesulitan mendapatkan tahu tempe yang biasa dijual di sejumlah pasar tradisional. Sejak beberapa hari terakhir, untuk bisa memperoleh tahu tempe di pasaran, konsumen harus rela datang ke pasar lebih pagi.

Jika datang ke pasar agak siang, jangan harap bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan tersebut.

Kondisi ini terjadi karena penjual tahu tempe di pasaran mulai berkurang seiring banyaknya produsen yang menghentikan produksi akibat tingginya harga kedelai.

Kalaupun masih ada pedagang yang berjualan, jumlah dagangan yang dibawa lebih sedikit karena produksi di tingkat perajin tahu tempe mengalami penurunan.

Baca Juga: Hanafi Resmi Jadi Pj Sekda Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Titip Tugas Prioritas dan Program Strategis

Kondisi mulai langkanya tahu tempe di pasaran saat ini dibenarkan Ayu (34), warga Cinehel, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Ayu yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual kupat tahu mengaku mulai kesulitan mendapatkan tahu tempe di pasaran.

"Ya, sejak seminggu terakhir untuk mendapatkan tahu di pasaran mulai sulit. Selain banyak pedagang yang tidak berjualan, pedagang yang masih berjualan juga membawa dagangannya tidak banyak," ujar Ayu, Selasa (9/6/2026).

Sehingga, kata dia, untuk bisa mendapatkan tahu, ia terpaksa harus pergi ke pasar lebih pagi lagi.

"Kalau ingin dapat tahu, harus ke pasar lebih pagi. Beres salat subuh saya langsung berangkat. Kalau kesiangan sedikit saja, tidak akan kebagian," katanya.

Baca Juga: Jabatan Wali Kota Tasikmalaya Kembali Dijabat Viman Alfarizi, Diky Chandra Minta Maaf

Selain mulai susah didapat, lanjut Ayu, harga tahu juga sedikit mengalami kenaikan. Kalaupun tidak naik, ukurannya menjadi lebih kecil dibanding biasanya.

"Karena harga kedelai lagi mahal, kalau tidak naik kasihan juga pedagang. Tadi saya beli satu bungkus yang biasanya berisi 10 biji menjadi 8 biji, tetapi harganya tetap Rp5.000," ujar Ayu.

Salah seorang pedagang tahu di Pasar Cikurubuk, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Teti (48), membenarkan saat ini jumlah pedagang tahu tempe di Pasar Cikurubuk mulai berkurang.

Kondisi tersebut terjadi karena banyak perajin tahu tempe sekaligus pedagang menghentikan produksi sementara akibat tingginya biaya produksi.

Halaman:

Tags

Terkini