Geger Rekening BCA Amblas Rp160 Juta di Kota Tasikmalaya, Audiensi DPRD Soroti Celah Keamanan Mobile Banking

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 28 Mei 2026 | 21:26 WIB
Foto ilustrasi. Kantor BCA Cabang Tasikmalaya. DPRD gelar audiensi terkait raibnya dana nasabah BCA Rp160 juta di Kota Tasikmalaya akibat modus mobile banking.   (Instagram/bcatsm.official)
Foto ilustrasi. Kantor BCA Cabang Tasikmalaya. DPRD gelar audiensi terkait raibnya dana nasabah BCA Rp160 juta di Kota Tasikmalaya akibat modus mobile banking. (Instagram/bcatsm.official)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kasus hilangnya dana ratusan juta rupiah dari rekening salah seorang warga Kota Tasikmalaya memicu pembahasan serius di tingkat legislatif.

Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya memfasilitasi pertemuan khusus guna memediasi polemik yang melibatkan institusi perbankan besar dan perwakilan masyarakat ini.

Dalam forum tersebut, pihak DPRD Kota Tasikmalaya menekankan pentingnya penyelesaian masalah yang mengedepankan hak-hak pengguna jasa keuangan.

Selain itu, maraknya fenomena penipuan berbasis teknologi yang menyasar instrumen keuangan elektronik menjadi catatan merah yang harus diantisipasi bersama.

Baca Juga: Gerindra Kota Tasikmalaya Sembelih 4 Hewan Kurban di Iduladha 2026, Ratusan Kantong Daging Dibagikan ke Masyarakat!

"Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap telepon, pesan, tautan, atau aplikasi mencurigakan yang berkaitan dengan layanan perbankan," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Sutarman saat memimpin jalannya audiensi pada Kamis, 21 Mei 2026.

Rahmat menambahkan bahwa perkembangan teknologi di satu sisi juga membawa ancaman baru jika tidak dibarengi dengan edukasi literasi keuangan yang matang di kalangan masyarakat luas.

"Kejahatan digital sekarang semakin beragam," ujar Rahmat, sebagaimana dikutip dari laporan Mitra Publisher Promedia Group, Koropak.com, pada Kamis, 28 Mei 2026.

Di sisi lain, institusi perbankan yang bersangkutan memberikan klarifikasi mengenai tudingan adanya kelemahan pada proteksi sistem mereka.

Baca Juga: Idul Adha 2026, Jasa Giling Daging di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Cenderung Sepi

Dari pelacakan data dan rekam jejak digital yang dilakukan, manajemen memastikan infrastruktur teknologi mereka tetap aman dan tidak mengalami penetrasi ilegal dari dalam.

"Dari hasil penelusuran sementara, tidak ada indikasi keterlibatan internal," tutur Perwakilan BCA dalam pertemuan tersebut.

Pihak manajemen menilai problem utama bersumber dari manipulasi psikologis yang membuat data personal yang bersifat rahasia berpindah tangan ke pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X