BANDUNG, Mediapriangan.com - Penanganan kasus Karawang yang menjadi perbincangan luas di media sosial memasuki babak baru setelah aparat kepolisian menetapkan sejumlah tersangka.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan pandangannya mengenai langkah pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kasus Karawang tersebut bermula dari viral video Karawang yang memperlihatkan sejumlah pria berada di sebuah tempat hiburan malam.
Rekaman yang beredar luas di berbagai platform digital itu kemudian memicu perhatian publik dan mendorong aparat melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Kasus Korupsi BGN Makin Panas, Pengacara Sony Sonjaya Sebut Ada 26 Nama Terkait Izin SPPG
Menanggapi viral video Karawang tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menunjukkan sikap tegas terkait keberadaan aktivitas maupun kelompok yang menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
“Dari sisi aspek wilayah, Bupati sudah menyampaikan katanya tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal Bupati dan seluruh jajaran melakukan tindakan yang lebih nyata,” ujar Dedi Mulyadi kepada awak media di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung pada Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Dedi Mulyadi, pendekatan yang digunakan dalam penanganan kasus Karawang harus mempertimbangkan usia dan latar belakang pihak yang terlibat.
Ia menjelaskan bahwa pola pembinaan siswa tentu berbeda dengan pendekatan yang diterapkan kepada masyarakat umum.
“Kebijakannya, kalau itu adalah siswa, maka kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat, ya mungkin juga saya juga harus memperbaiki secara sosial,” jelas gubernur yang kerap disapa KDM itu.
“Nanti kami cari di lembaga siapa yang bisa menyembuhkan kaum gay,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyinggung kemungkinan penggunaan barak militer sebagai salah satu opsi pembinaan siswa.
Baca Juga: Sate Kambing Hanjawar, Kuliner Legendaris di Jalur Puncak Cianjur yang Buka 24 Jam dan Bebas Prengus