Ia juga menyampaikan, Priangan Timur memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam yang perlu terus dioptimalkan. Penguatan sinergi lintas daerah dan lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan keterkaitan ekonomi yang lebih erat.
Baca Juga: Trombolisis Perdana di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Selamatkan Dua Pasien Stroke
"Dengan kolaborasi yang semakin solid, potensi masing-masing daerah diharapkan dapat saling terhubung dan mendukung agenda pembangunan bersama," ujarnya.
Di tempat yang sama, Perwakilan Ketua ISEI Bandung Koordinator Jawa Barat, Prof. Dr. Horas Djulius, menegaskan bahwa WJES merupakan forum strategis untuk mempertemukan perspektif akademis, pengalaman kebijakan, serta kebutuhan riil pembangunan daerah.
"WJES diharapkan dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi percepatan pembangunan Jawa Barat bagian Selatan," kata Horas.
Sementara itu, Ekonom Ahli Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Siti Muarrofah, menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi kebijakan dalam merespons dinamika ekonomi global dan domestik.
"Lingkungan ekonomi yang dinamis memerlukan respons kebijakan yang adaptif, terukur, dan kolaboratif agar stabilitas tetap terjaga serta momentum pertumbuhan daerah dapat terus diperkuat," ujar Siti.
Sarasehan WJES yang digelar BI juga memperoleh berbagai tanggapan konstruktif dari kepala daerah. Bupati Kabupaten Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, MAP., menekankan pentingnya akselerasi implementasi program prioritas, termasuk pembangunan Tol Getaci sebagai infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Selain itu, kata Cecep, hilirisasi sektor pertanian dinilai perlu terus dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kabupaten Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, SH., turut menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas sebagai kunci pembangunan daerah.
"Konektivitas yang semakin baik diyakini mampu memperluas skala ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan mobilitas barang dan jasa, serta membuka peluang investasi yang lebih besar," katanya.***