Menurutnya, kehadiran WiFi Publik di berbagai pusat kegiatan masyarakat diharapkan mampu memperkuat akses digital, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan UMKM berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian (Aptikasan) Diskominfo Pangandaran, Galih Avomegi, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemasangan jaringan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat dan tingkat aktivitas publik.
"Kami merujuk pada regulasi pusat untuk memastikan area-area krusial, baik itu fasilitas umum, sentra ekonomi, maupun pariwisata unggulan, dapat ter-cover oleh jaringan internet yang stabil. Ke depannya, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait percepatan transformasi digital dan penanganan daerah blankspot hingga tingkat desa, kami akan terus mengevaluasi infrastruktur ini dan berupaya memperluas layanannya ke titik-titik penting lainnya di Kabupaten Pangandaran," jelas Galih Avomegi.
Melalui penyediaan WiFi Publik, Pemkab Pangandaran menargetkan semakin luasnya akses digital bagi masyarakat, meningkatnya literasi digital, berkembangnya UMKM, serta bertambahnya daya saing sektor pariwisata di era teknologi informasi.
Masyarakat maupun wisatawan kini dapat langsung menghubungkan telepon pintar, tablet, maupun laptop ke jaringan WiFi Publik yang tersedia di enam lokasi tersebut tanpa dikenakan biaya, sehingga kebutuhan internet untuk belajar, bekerja, bertransaksi, hingga berbagi informasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.***