Penipuan Modus Pesan Hotel Sistem Daring Intai Pengusaha Hotel Tasikmalaya, PHRI Ungkap Bukti Transfer Palsu

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Selasa, 30 Juni 2026 | 22:58 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya, Susi Susanti, diwawancara awak media usai kegiatan pertemuan bulanan DPC PHRI Kota Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026). (Dok. AMS)
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya, Susi Susanti, diwawancara awak media usai kegiatan pertemuan bulanan DPC PHRI Kota Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026). (Dok. AMS)

 

 

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pengusaha hotel Tasikmalaya khawatir dengan maraknya penipuan modus pesan hotel melalui sistem daring. Modus tersebut kini marak terjadi di sejumlah penginapan di Kota Tasikmalaya. Bahkan dalam satu bulan terakhir, kasus penipuan jenis daring tercatat sudah terjadi sekitar 20 kasus.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PHRI Kota Tasikmalaya, Susi Susanti, usai kegiatan pertemuan bulanan DPC PHRI Kota Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026).

Adapun modus yang digunakan para pelaku, ujar Susi, pelaku mengaku telah melakukan pembayaran ke pihak hotel. Beberapa waktu kemudian, ia mengirim pesan melalui WhatsApp dan tiba-tiba membatalkan pemesanan tersebut.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan

"Selanjutnya meminta uang yang diklaimnya sudah ditransfer agar segera dikembalikan," kata Susi.

Bahkan kata dia, pelaku nekat mendatangi lokasi hotel pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB dini hari, atau saat petugas sedang dalam kondisi kurang waspada karena mengantuk.

"Pelaku biasanya berpura-pura hendak melakukan proses check-out, padahal namanya tidak tercatat sebagai tamu dan uang pembayaran pun tidak pernah masuk ke rekening hotel," jelas Susi.

Pelaku juga mengaku sudah memesan kamar lewat Google dan sudah membayar. Padahal tidak ada bukti transaksi, ia hanya memberikan bukti transfer palsu.

Baca Juga: Kolaborasi Kota Tasikmalaya–Blitar Perkuat Kendali Inflasi, KAD Jadi Strategi Stabilitas Harga Pangan Nasional

"Pelaku kerap mengganti nomor WhatsApp, meminta pengembalian uang ke akun DANA, serta menggunakan nama dan profil yang selalu berbeda-beda,” ujarnya.

Atas banyaknya kasus tersebut, ujar Susi, pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian guna menindak tegas pelaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X