SURABAYA, Mediapriangan.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang mulai diwarnai dinamika organisasi, Majelis Alumni (MA) IPNU memilih membangun suasana sejuk melalui pendekatan yang berbeda.
Organisasi ini menggabungkan istigosah dan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai media mempererat ukhuwah di kalangan kader, warga Nahdliyin, hingga masyarakat umum.
Ketua Umum PP MA IPNU, KH Asrorun Ni'am Sholeh, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan juga momentum memperkuat spiritualitas dan persaudaraan.
Menurutnya, sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang organisasi, pilihan, maupun perbedaan pandangan. Karena itu, MA IPNU menghadirkan konsep nobar yang dipadukan dengan doa bersama melalui istigosah.
"Kita ingin menghadirkan tontonan yang khas IPNU dan Nahdlatul Ulama. Bukan sekadar nobar, tetapi diawali dengan istigosah sebelum peluit pertandingan dibunyikan," ujar KH Asrorun Ni'am, Kamis (2/7/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Ni'am itu menjelaskan, rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai 5 Juli hingga partai final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli mendatang. Puncak acara final dijadwalkan digelar di Kantor PBNU.
Baca Juga: Kodim 0612/Tasikmalaya Bekali Prajurit Kelola Keuangan, BSI Kenalkan Tabungan Haji dan Emas
Sementara pelaksanaan istigosah dan nobar akan digelar serentak di lima wilayah, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat.
Pemilihan lima daerah tersebut bukan tanpa alasan. Kelimanya merupakan wilayah yang masuk sebagai kandidat tuan rumah Muktamar NU berdasarkan hasil musyawarah para kiai dalam Musyawarah Nasional Ulama di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.
"Kita menghormati keputusan para kiai. Karena itu kegiatan ini dilaksanakan di daerah-daerah yang menjadi calon lokasi Muktamar," katanya.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Murah di Bandung yang Enak dan Selalu Ramai, Kuliner Favorit dengan Suasana Nyaman
Mas Ni'am menegaskan, kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat, tidak hanya diperuntukkan bagi kader aktif maupun alumni IPNU. Para pencinta sepak bola juga dipersilakan bergabung untuk menikmati pertandingan dalam suasana penuh kebersamaan.