TASIKMALAYA, Media Priangan - Debit air Situ Gede Kota Tasikmalaya terus menyusut setelah lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat sebagian besar kawasan Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, berubah menjadi daratan yang mulai ditumbuhi rumput liar.
Pantauan di lokasi pada Senin, 20 Juli 2026, menunjukkan genangan air hanya tersisa di sejumlah titik. Bagian tengah Situ Gede menjadi kawasan yang masih memiliki genangan air paling banyak.
Kondisi debit air Situ Gede yang menyusut drastis tersebut turut mengancam pasokan air untuk lahan pertanian. Dalam kondisi normal, Situ Gede Kota Tasikmalaya mampu mengairi sekitar 250 hektare lahan pertanian yang tersebar di tiga kecamatan.
Baca Juga: Rumput Situ Gede Kota Tasik Jadi Berkah, Para Penyabit Rumput Raup Penghasilan di Tengah Kemarau
Opi Satia (53), petugas Penjaga Pintu Air (PPA) Situ Gede, mengatakan debit air Situ Gede saat ini telah turun sekitar 60 persen dibandingkan kondisi normal. Penurunan tersebut terjadi karena aliran Sungai Cibanjaran yang selama ini menjadi satu-satunya sumber suplai air ke Situ Gede sudah tidak lagi mengalirkan pasokan.
"Debit air yang tersisa di Suti Gede paling tinggal 30 persen dari kondisi normal yang berasal dari mata air yang ada," katanya.
Situ Gede Kota Tasikmalaya juga kini tidak lagi mampu menyuplai air melalui empat pintu air yang biasanya digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga. Posisi permukaan air yang sudah berada di bawah pintu membuat aliran air tidak dapat disalurkan seperti biasanya.
Baca Juga: Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'
Saat ini, hanya satu pintu yang masih dapat mengalirkan air. Namun, pintu tersebut merupakan pintu penguras yang posisinya berada lebih rendah.
"Ya yang tersisa hanya satu, itupun pintu penguras. Kami tidak bisa menutupnya karena permintaan masyarakat pemilik air yang lahan airnya disuplai dari pintu tersebut," katanya.
Dalam kondisi normal, Opi melanjutkan, Situ Gede mampu mengairi lahan pertanian sekitar 250 hektare yang tersebar di Kecamatan Mangkubumi, Kecamatan Cihideung, dan Kecamatan Tawang.
"Kalau sekarang paling sekitar 50 hektar lahan pertanian yang masih bisa terairi, itupun hanya yang berada di Kecamatan Mangkunumi saja," ujarnya.
Dengan kondisi debit air Situ Gede yang terus menurun, ancaman kekeringan Kota Tasikmalaya semakin nyata bagi sektor pertanian. Opi memperkirakan, jika hujan belum turun dalam waktu satu bulan ke depan, Situ Gede tidak lagi mampu mengairi lahan pertanian warga.