Pesan lain yang mendapat perhatian khusus ialah pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga. Dandim menilai keluarga yang harmonis menjadi sumber ketenangan bagi prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Ia mengingatkan agar seluruh anggota menghormati pasangan, menjaga kesetiaan, serta menghindari segala bentuk perbuatan yang berpotensi merusak keharmonisan keluarga.
"Bila keluarga kuat, prajurit akan bertugas dengan tenang. Sebaliknya, persoalan rumah tangga sering kali menjadi awal munculnya berbagai pelanggaran," pesannya.
Baca Juga: Kodim 0612 Tasikmalaya Bantah Penggusuran Lahan Warga, Forum Leuwikeris Minta Publik Cermati Fakta
Tak hanya berbicara mengenai kehidupan pribadi, Dandim juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan di lingkungan Koramil.
Ia meminta setiap persoalan di wilayah diselesaikan secara kolektif tanpa membedakan desa binaan maupun tanggung jawab masing-masing Babinsa.
Menurutnya, solidaritas antarpersonel merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Baca Juga: Kodim 0612/Tasikmalaya dan OJK Tabuh Genderang Perang Lawan Judi Online Serta Pinjol Ilegal
Selain itu, seluruh anggota diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas, mulai dari keselamatan berkendara hingga pengamanan aset kedinasan. Berbagai insiden yang pernah terjadi di satuan lain diminta menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang.
Sementara itu, Danramil 1204/Ciawi Mayor Caj Dadan Kusnadi melaporkan wilayah binaannya mencakup Kecamatan Ciawi dan Kadipaten.
Meski sejumlah Babinsa masih merangkap pembinaan beberapa desa, pelaksanaan tugas tetap berjalan optimal berkat kekompakan seluruh personel serta sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya Bersihkan Masjid Serentak di 25 Koramil
Kegiatan kunjungan kerja kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, pemberian penghargaan kepada personel, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara pimpinan, anggota, dan Persit.
Lebih dari sekadar agenda kedinasan, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang prajurit sesungguhnya berawal dari kemampuannya menjaga karakter, memperkuat iman, membangun keluarga yang harmonis, dan memelihara integritas.
Sebab, keamanan wilayah tidak hanya dibangun oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral setiap prajurit yang mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.***