Baca Juga: Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengaku bangga sekaligus mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan Festival Pamali yang digagas Ferdiansyah dan tim Ngaos Art Foundation.
"Saya terpukau. Tarian Ambu Midang, seni lengser anak-anak, ini bukan kaleng-kaleng, tapi berkelas dan membanggakan," Ujar Diky usai membuka kegiatan Festival.
Bahkan ujar Diky, pihaknya mewacanakan menjadikan eks Terminal Cilembang sebagai ruang pertunjukan seni terbuka agar para pegiat budaya punya wadah berekspresi.
Sementara itu, Anggota DPR RI H. Ferdiansyah, S.E., M.E., menegaskan pamali harus dipahami sebagai pedoman hidup, bukan hal yang menakutkan.
"Makna pamali itu luas. Ini tentang etika, perilaku, dan cara kita menghargai sesama serta alam. Jangan dikaitkan dengan mistis," katanya.
Ferdiansyah berharap kegiatan budaya seperti ini terus digaungkan secara berkelanjutan. "Agar nilai-nilai luhur tidak punah, terutama di kalangan anak muda," pungkasnya.***