Langkah penarikan dilakukan sebagai bentuk antisipasi setelah ditemukan indikasi persoalan pada sebagian ayam rempah. Dengan keputusan tersebut, makanan yang dicurigai bermasalah tidak sampai dikonsumsi oleh siswa penerima program.
Penarikan Dilakukan sebagai Langkah Antisipasi
Kasus SDN 2 Jati ini menjadi perhatian karena makanan yang telah dipersiapkan untuk siswa ditarik sebelum dibagikan. Pihak SPPG memilih menghentikan distribusi setelah mendapatkan laporan mengenai perubahan karakteristik makanan.
Keterangan Kepala SPPG Karanganyar juga menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara berlapis, mulai dari pengecekan bahan hingga pemantauan selama proses memasak.
Baca Juga: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara
Abra menyebut persoalan tersebut baru terindikasi pada batch kedua. Sementara proses produksi batch pertama disebut berjalan normal berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.
Hingga saat ini, keterangan yang tersedia masih mengacu pada pemeriksaan internal SPPG. Belum ada informasi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat memastikan penyebab perubahan kondisi pada ayam rempah tersebut.
Penarikan 94 paket MBG pun dilakukan sebelum makanan dikonsumsi siswa sebagai langkah kehati-hatian. Kasus ini sekaligus menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait pemeriksaan bahan dan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.***