Mediapriangan.com - Perbincangan mengenai pengadaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan di media sosial. Kali ini, seorang peternak ayam mengungkap pengalaman saat mendapat tawaran memasok telur untuk salah satu dapur MBG.
Cerita tersebut mencuat melalui Threads dan kemudian ramai dibicarakan warganet. Dalam unggahannya, pemilik akun @rissaayu90 menyampaikan adanya permintaan yang menurutnya janggal, mulai dari telur dengan kondisi tidak lagi segar hingga penulisan harga berbeda pada nota.
Unggahan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kualitas telur ayam yang akan digunakan sebagai bahan pangan sekaligus mekanisme harga dalam pengadaan program MBG.
Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
Peternak Ayam Ungkap Permintaan Telur Lama
Pemilik akun @rissaayu90 mengaku mendapat tawaran kerja sama dari seseorang yang mengatasnamakan dapur MBG. Pesanan yang ditawarkan disebut mencapai ratusan kilogram telur.
Namun, menurut pengakuannya, pembeli justru menginginkan telur yang sudah lama disimpan dengan alasan harganya lebih rendah dibandingkan telur segar.
“Ada orang dari MBG mau beli telur dalam jumlah ratusan kilo, tapi yang dia mau telur yang udah lama atau tidak fresh karena harga telur yang lama harganya murah tapi hampir expired, dalamnya busuk,” tulisnya pada utas tersebut, dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga: Kepala SPPG Karanganyar Muntah usai Cicip Menu MBG, 94 Paket untuk Siswa SDN 2 Jati Ditarik
Pengakuan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai kualitas telur ayam yang semestinya menjadi perhatian dalam pengadaan bahan makanan untuk penerima manfaat program MBG.
Selain persoalan kualitas, pemilik akun juga menyebut adanya permintaan terkait pencantuman harga dalam nota pembelian.
Harga Telur Disebut Diminta Berbeda di Nota
Dalam unggahan yang sama, peternak tersebut mengatakan harga telur segar dari pihaknya berada di angka Rp23.000. Namun, ia mengaku diminta mencantumkan nominal yang lebih tinggi dalam nota.