“Ini masih didalami, termasuk apakah flare, apakah petasan, apakah bom molotov, botol molotov yang akan dijadikan bom molotov, ini merupakan bagian dalam penyampaian pendapat, itu kita jawab secara bijak,” sambungnya.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk memastikan barang-barang yang ditemukan serta motif orang-orang yang diamankan sebelum aksi demo mahasiswa berlangsung.
9.242 Personel Gabungan Disiagakan
Selain penindakan terhadap 21 orang, pengamanan Jakarta juga melibatkan kekuatan personel dalam jumlah besar.
Sebanyak 9.242 personel gabungan disiapkan untuk mengawal berbagai kegiatan penyampaian aspirasi dan aktivitas masyarakat di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Timur.
Jumlah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi demo mahasiswa BEM UI, tetapi juga untuk mengantisipasi keseluruhan rangkaian kegiatan yang berlangsung di tiga wilayah tersebut.
“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ungkap Budi.
Komposisi pengamanan itu berasal dari sejumlah unsur. Polda Metro Jaya menurunkan 5.670 personel, sementara Polres jajaran menyiapkan 222 personel.
Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, 4 Hal yang Akan Diuji Tim Kuasa Hukum
Adapun dukungan lainnya berasal dari TNI sebanyak 1.500 personel serta BKO Mabes Polri sebanyak 1.850 personel.
“Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel,” terangnya.
Dengan kekuatan tersebut, pengamanan mencakup 31 agenda unjuk rasa serta 16 kegiatan masyarakat yang terdata di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Delapan Tuntutan BEM UI