daerah

Wisata Kuliner Jawa Barat Makin Menjanjikan, Kuliner Tradisional Didorong Naik Kelas

Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Pelantikan Ketua dan Pengurus Asosiasi Kafe dan Restoran atau AKAR Jawa Barat periode 2026-2030 digelar di RM Sindang Reret, Jalan Surapati Nomor 53, Kota Bandung, Rabu (26/8/2026) malam. (Humas Jabar)

Farhan mencontohkan sport tourism sebagai salah satu aktivitas yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar Bandung. Kehadiran peserta maupun penonton berbagai kegiatan olahraga memberikan efek ekonomi karena mereka juga membutuhkan tempat menginap, makanan, pusat belanja dan destinasi wisata.

Baca Juga: Pecel Ayang Bebeb Bogor, Warung Pecel yang Lagi Ramai dengan Lauk Unik dan Nasi Gratis Tambah

“Sport tourism memang salah satu yang menjadi andalan di Kota Bandung. Mereka yang datang ke Kota Bandung, apalagi untuk acara lomba-lomba, banyak yang berasal dari luar Bandung,” kata Farhan.

Menurut Farhan, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan menangkap pergerakan wisatawan. Penguatan inovasi kuliner diperlukan agar kebutuhan pengunjung dapat dipenuhi dengan produk yang menarik dan kompetitif.

Farhan juga menyinggung keberadaan Persib Bandung yang disebut turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi Kota Bandung. Keberhasilan Persib menjadi juara dinilai meningkatkan kedatangan masyarakat dari luar daerah, termasuk penonton yang datang ke Bandung.

Baca Juga: PT Palawi Risorsis Renovasi Patuha Resort, Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan di Bandung Selatan

“Dengan Persib menjadi juara, ini mendatangkan banyak sekali orang dari luar Kota Bandung. Ini peluang juga untuk berbagai macam bisnis kuliner,” ujarnya.

Menurut Farhan, pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Dalam hal ini, AKAR Jawa Barat diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi bagi pelaku usaha. Farhan menekankan pentingnya persaingan yang sehat dalam perkembangan industri kuliner.

Baca Juga: Kuliner Bandung Punya Warisan Rasa Sejak 1972, Ayam Goreng Kurnia Masih Jadi Buruan

“Dalam kolaborasi yang diikat lewat asosiasi ini, saya sangat tidak mengharapkan kalau asosiasi ini menjadi kartel, tetapi justru menjadi wadah komunikasi dalam rangka persaingan yang sehat,” katanya.

Farhan menilai perkembangan sektor kuliner di Bandung dapat memberikan efek lebih luas bagi daerah lain. Pertumbuhan usaha makanan dan minuman di kota tersebut diharapkan dapat ikut mendorong perkembangan industri serupa di berbagai wilayah Jawa Barat.

Penguatan inovasi kuliner, peningkatan kualitas produk dan kolaborasi antar pelaku usaha menjadi bagian yang dinilai penting untuk menangkap peluang dari meningkatnya aktivitas wisatawan.

“Insyaallah kita akan selalu bisa berkolaborasi untuk menjadikan kuliner sebagai andalan pariwisata Jawa Barat,” pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini