TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Demi mengurai penumpukan massa dan mengembalikan fungsi vital komplek Dadaha sebagai pusat olahraga masyarakat, Pemerintah Kota Tasikmalaya ambil langkah berani dengan menutup jalan utama Dadaha sejak Senin 24 Agustus 2026.
Pemkot Tasikmalaya menutup jalan tersebut dengan memasang rambu penutup jalan di pertigaan Dadaha tepatnya di depan GGM dan di depan GOR Susi Susanti. Dengan penutupan tersebut, area jalan utama Dadaha dikosongkan dan diperuntukkan untuk parkir kendaraan.
Dengan penutupan tersebut, keramaian Dadaha juga bisa menyebar ke jalur lingkar stadion dan Cintarasa. Sementara jalur yang sebelumnya merupakan ruang lalu lintas utama, kini hanya tinggal menyisakan para pedagang yang melapak di trotoar dengan jalan yang kosong dari lalu lalang kendaraan.
Baca Juga: Selama 2026, 103 Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi LSL, Usia Produktif Paling Rentan
Ketua Tim Penataan Kawasan Dadaha yang juga menjabat Asda 3 Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, mengatakan, ruas jalan yang ditutup saat ini belum digunakan untuk fasilitas tertentu.
"Sifatnya masih sementara, menunggu hasil evaluasi proses penataan, terutama melihat dampaknya terhadap penataan dan rekayasa lalu lintas, " Ujar Asep Maman.
Apakah nanti akan dibuka kembali atau seterusnya ditutup ujar Asep, tergantung hasil evaluasi dan kebijakannya ada di Dinas Perhubungan.
Asep juga menyebutkan, salah satu tujuan utama rekayasa lalu lintas di Kompleks Dadaha adalah untuk menyebarkan keramaian.
Baca Juga: HIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Dunia Usaha Butuh Situasi Aman
"Dengan akses kendaraan yang diatur, masyarakat diharapkan tidak hanya beraktivitas di satu lokasi, khususnya di sekitar jogging track dan Taman Dadaha saja," Kata Asep.
Setelah dilakukan rekayasa ujar Asep, diharapkan, nantinya Dadaha akan lebih ramai. Asep juga menjelaskan, penataan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengembalikan fungsi utama Dadaha sebagai kawasan olahraga. Sehingga kata dia, kemudahan akses lalu lintas bagi pengendara tidak menjadi prioritasnya.
Selama ini, lanjut Asep, kawasan tersebut berkembang menjadi lokasi berbagai aktivitas warga masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, parkir hingga aktivitas malam hari. Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas olahraga dinilai kurang optimal dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga: Padel KONI Kota Tasikmalaya Raih Juara 2 Turnamen Padel KONI Jawa Barat 2026
Artikel Terkait
Norma Zahara Diduga Anak Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Jejak Karier PPPK RSUD dr Soekardjo Jadi Sorotan Publik
PPP Kota Tasikmalaya Bidik 15 Kursi, Musancab Digelar Serentak Perkuat Akar Rumput
Kemarau Panjang, 5.795 Kepala Keluarga di Kota Tasikmalaya Kekurangan Air Bersih, BPBD Terus Salurkan Bantuan
Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Dinkes Kota Tasikmalaya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Busana Adat Nusantara, 26 Daerah Ditampilkan
Raih Penghargaan IRH 2026 dengan Predikat Istimewa, Kota Tasikmalaya Perkuat Reformasi Hukum dan Tata Kelola