Baca Juga: Sampurna Orang Utan Ketapang Terbaring Lemas akibat Asap Karhutla Kalbar, Ditemukan di Kebun Warga
Titik Api Kecil Tetap Hasilkan Asap
Setelah melihat kondisi karhutla Kalteng dari udara, Sherina juga menceritakan pengalamannya ketika berada di kawasan Jalan Lingkar Luar.
Di lokasi tersebut, ia menemukan sejumlah titik api yang disebut masih berukuran kecil. Bekas lahan yang terbakar terlihat menghitam meski sebagian api disebut sudah berhasil dipadamkan.
“Di Jalan Lingkar Luar itu ada sumber api juga. Sepertinya udah dipadamin, cuma kita bisa melihat bekasnya tuh hitam dan ada beberapa api-api kecil yang muncul. Semoga enggak, tapi kalau angin kencang, bisa jadi api besar,” jelasnya.
Menurut Sherina, api yang terlihat kecil tetap menghasilkan dampak asap tebal yang cukup parah. Ia juga menyoroti kondisi warga yang harus menghadapi situasi tersebut setiap hari.
“Api yang sekecil itu aja, impact asapnya udah parah banget dan enggak kebayang warga di sana terdampaknya setiap hari,” sambungnya.
Baca Juga: Panji Petualang Temukan Titik Api Karhutla Kaltim di Berau, Api Dekat Tiang Listrik dan Tower
Sherina Munaf Ikut Pemadaman
Pengalaman Sherina Munaf tidak berhenti pada pengamatan terhadap karhutla Kalteng. Melalui unggahan Instagram Story, ia memperlihatkan keterlibatannya membantu proses pemadaman di kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Dalam kegiatan tersebut, Sherina ikut bergotong royong membawa selang air untuk membantu tim di lapangan.
“Tim BKSDA Kalteng sudah melakukan pemadaman selama 8 hari ini. Sempat padam 2 hari, tapi hari ini bara mulai menyala lagi,” tulis Sherina dalam unggahannya.
Ia juga menggambarkan beratnya proses pemadaman karena kondisi asap tebal yang membuat jarak pandang terbatas.
Baca Juga: Pelepasan Damkar Kalteng Disorot di Tengah Karhutla, Seremoni Gubernur Agustiar Picu Kritik Publik
“Sejam usaha madamin bara-bara yang muncul cukup menguras energi. Asap kencang sekali, visibilitas rendah. Luar biasa para pejuang lapangan yang berjam-jam sampai menginap demi cegah api menjalar,” imbuhnya.