BEKASI, Mediapriangan.com - Sebanyak 64 perusahaan dari berbagai sektor industri kini menjadi mitra bagi 32 SMK Negeri Jawa Barat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkecil jarak antara kompetensi yang dipelajari siswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Kemitraan antara SMK Negeri Jawa Barat dan dunia industri itu dituangkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang difasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung di SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa, 1 September 2026.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang keahlian yang tersedia di pendidikan vokasi. Di antaranya bisnis dan manajemen, pariwisata, teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi informasi, seni dan ekonomi kreatif, serta otomotif.
Melalui skema tersebut, perusahaan tidak hanya diposisikan sebagai mitra penyerapan tenaga kerja. Keterlibatan industri juga diharapkan masuk lebih jauh ke proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh gambaran mengenai kondisi dan standar pekerjaan yang sebenarnya.
Baca Juga: Kejari Kota Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti 50 Perkara, 38 Kasus di Antaranya Kasus Narkotika
Perusahaan Jadi Living Lab bagi Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan keterbatasan yang dimiliki sekolah dalam menyediakan berbagai pengalaman praktik dapat diatasi melalui kolaborasi dengan pihak eksternal.
Menurutnya, perusahaan dapat menjadi tempat belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik sebelum mereka benar-benar memasuki dunia profesional.
"Keterbatasan sekolah itu hanya bisa diatasi dengan kolaborasi. Saya berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang bersedia menjadi living lab bagi anak-anak kita," ujar Purwanto.
Baca Juga: TNI AL Dalami Prajurit yang Viral Dampingi Arya Wedakarna di Kontes Transgender Thailand
Karena itu, para kepala SMK Negeri Jawa Barat didorong untuk lebih aktif mencari dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak di sekitar sekolah.
Kemitraan tersebut tidak hanya diarahkan kepada perusahaan berskala besar, tetapi juga dapat melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM serta komunitas.