daerah

32 SMK Negeri di Jawa Barat Gandeng 64 Perusahaan, Siswa Didorong Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Kamis, 3 September 2026 | 21:42 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menyampaikan 32 SMK Negeri di Jawa Barat menggandeng 64 perusahaan, untuk memperkuat kompetensi siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. (Dok. Kominfo Jabar)

Kehadiran praktisi industri di lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih dekat dengan perkembangan dan tuntutan lapangan kerja.

Baca Juga: 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dirawat di 3 Rumah Sakit

SMK Negeri Jawa Barat Dapat Hibah Mesin Bubut

Penguatan pendidikan vokasi dalam kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan hibah mesin dan peralatan praktik dari Kementerian Perindustrian RI melalui Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika atau ILMATE.

Salah satu peralatan yang diserahkan berupa mesin bubut atau general lathe yang didatangkan dari Korea Selatan.

Bagi pendidikan vokasi, keberadaan peralatan praktik yang mendekati standar industri dinilai penting. Siswa tidak hanya dituntut memahami materi secara teori, tetapi juga perlu terbiasa menggunakan peralatan dan mengikuti prosedur kerja yang berlaku di lapangan.

Purwanto menilai fasilitas praktik yang memadai dapat membantu siswa mengenal ritme kerja sekaligus standar operasional yang akan mereka temui ketika memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Dikritik soal Karhutla, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Terjun ke Lokasi Kebakaran Hutan Hingga Terpeleset

Siswa Tak Hanya Dituntut Menguasai Keahlian

Selain kemampuan teknis, pembentukan karakter juga menjadi perhatian dalam penguatan pendidikan SMK Negeri Jawa Barat.

Budaya kerja seperti kedisiplinan, tanggung jawab, serta menjaga kebersihan perlu dibiasakan sejak siswa masih berada di lingkungan sekolah.

Purwanto menilai kemampuan teknis saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Sikap dan kebiasaan kerja juga menjadi bagian penting yang harus dibangun selama proses pendidikan.

“Perusahaan membutuhkan orang-orang yang disiplin dan tanggung jawab,” pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini