Sejak awal berkomunikasi dengan dealer, Nancy mengaku proses pembelian kendaraan ditangani oleh Raditya atau Radit.
“Pertama saya ke sini untuk test drive, ditemui sama Pak Radit itu lalu saya di-handle sama dia. Terus DP Desember 2025 dan di Januari 2026 diminta melunasi,” jelasnya.
Nancy mengatakan dirinya tidak merasa curiga karena pelunasan diarahkan ke rekening perusahaan.
“Jadi, di awal Januari itu saya disuruh melunasi. Saya nggak curiga karena saya melunasi ke perusahaan, kalau ke sales juga nggak mau. Saya pelunasan ke perusahaan atas arahan dia,” imbuhnya.
Baca Juga: Gesit di Jalan Sempit, Wuling Air Ev Jadi Hits! Cek 5 Fakta Fitur Pada Mobil Listrik Ini
Kuitansi Pembayaran Dipersoalkan
Masalah kemudian muncul ketika Nancy diminta menunjukkan dokumen pembayaran yang dimilikinya.
Ia mengaku memegang kuitansi yang diberikan setelah pembayaran dan menyebut dokumen tersebut memiliki sejumlah tanda yang menurutnya menunjukkan sebagai kuitansi resmi.
“Kuitansinya resmi, ada stempel basahnya, ada materainya, ada logonya Wuling. Waktu itu saya dateng ya seperti biasa, kayak beli mobil,” ungkap Nancy.
Baca Juga: Jusuf Hamka Borong Wuling Air ev 35 Unit Sekaligus, Intip Spesifikasi dan harga Mobil Listrik Ini
Namun, Nancy kemudian mendapat informasi dari bagian keuangan dealer bahwa dokumen pembayaran tersebut dinilai tidak asli.
“Saya dihubungi sama Bu Devi, finance sini, ditanya mana bukti-bukti pembayaran. Saya kasih semua, kuitansi, slip pembayaran ada nama saya, semua saya kasih,” imbuhnya.
“Mungkin ada penyalahgunaan data dan pemalsuan dokumen, jadi menurut mereka kuitansi ini enggak asli. Terus slip pembayaran yang ada nama saya itu dihapus semua,” sambungnya.
Unit Mobil Tak Kunjung Diterima