Mobil yang pertama kali dipesan Nancy adalah Wuling Darion. Dalam prosesnya, ia mendapat informasi mengenai adanya persoalan pada unit tersebut, termasuk dugaan masalah baterai.
Dealer kemudian menawarkan opsi penggantian kendaraan dengan model Wuling Eksion.
“Uang yang saya sudah setor, ada sisa Rp55 juta jadi dikasih yang Eksion, nanti sisanya ditransfer ke saya,” kata Nancy.
Baca Juga: 32 SMK Negeri di Jawa Barat Gandeng 64 Perusahaan, Siswa Didorong Lebih Siap Masuk Dunia Kerja
Nancy selanjutnya meminta kepastian waktu penyerahan kendaraan. Ia bahkan mengirimkan somasi karena khawatir kembali mendapat janji tanpa kejelasan.
“Saya buat surat somasi yang pertama untuk kepastian tanggalnya karena saya takut dijanjiin terus. Saya pada 22 Juni 2026 ditransfer Rp55 juta dan percaya tanggal 6 Juli 2026 mobilnya datang, ternyata kok lama enggak dikirim,” terangnya.
Dalam perjalanan penyelesaian masalah tersebut, Nancy juga mengetahui bahwa persoalan dengan Radit telah dibawa pihak dealer ke jalur hukum.
Baca Juga: Kejari Kota Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti 50 Perkara, 38 Kasus di Antaranya Kasus Narkotika
Cak Ji Dampingi Mediasi
Kasus Wuling Surabaya kemudian mendapat perhatian Armuji. Wakil Wali Kota Surabaya tersebut ikut mendampingi pertemuan antara konsumen dan pihak dealer.
“Ada warga yang membeli mobil secara cash, namun mobil tak kunjung diberikan. Berbagai macam alasan diberikan sales mobil untuk menunda penyerahan unitnya,” tulis Cak Ji dalam keterangan video, dikutip pada Kamis, 3 September 2026.
Dalam penanganan kasus tersebut, Wuling Motors menyatakan akan melakukan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan sekaligus mengevaluasi proses pelayanan.
“Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” tandasnya.***