Baca Juga: Tasik Pelak Dorong KPM PKH Mandiri, Dinsos Kota Tasikmalaya Bidik Penurunan Angka Kemiskinan
Dikatakannya, sejumlah program strategis telah disiapkan untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Salah satunya adalah memperkuat aspek perlindungan hukum melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar para pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.
"Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan perlindungan hukum yang memadai sehingga dapat fokus mengembangkan usahanya," ujar Deden.
Selain perlindungan hukum, Gekrafs juga akan fokus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kejari Kota Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti 50 Perkara, 38 Kasus di Antaranya Kasus Narkotika
Potensi besar yang dimiliki Kota Tasikmalaya kata dia, dinilai perlu didukung melalui strategi branding yang kuat serta program business matching untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu, pengembangan festival budaya juga akan menjadi salah satu agenda utama Gekrafs. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami memiliki target untuk membawa produk dan potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Semakin banyak orang datang ke Tasikmalaya, maka perputaran ekonomi daerah juga akan semakin meningkat," jelasnya.
Gekrafs Kota Tasikmalaya juga berencana aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dan momentum ekonomi kreatif, termasuk peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober.
Terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya, Deden menyebut pihaknya masih melakukan proses pendataan.
"Berdasarkan data sementara dari dinas terkait, terdapat sekitar 1.850 pelaku ekonomi kreatif. Namun angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan jumlah pelaku usaha kreatif yang tersebar di berbagai subsektor," katanya.
Sebagai organisasi yang menaungi 17 subsektor ekonomi kreatif, Gekrafs mencakup bidang kuliner, fesyen, kriya, musik, film, fotografi, pengembangan gim, dan berbagai sektor kreatif lainnya.
Baca Juga: Pengayuh Becak Lansia Kota Tasikmalaya Dapat Becak Listrik, 200 Unit Siap Disalurkan