Selain itu, pembaruan operasional juga mencakup Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.
Dalam bahan informasi yang disampaikan, Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga disebut kembali dibuka sejak pukul 02.25 WIB.
Pembukaan kembali sejumlah bandara tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan penerbangan setelah gangguan akibat abu Anak Krakatau.
Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Meski beberapa bandara telah kembali beroperasi, pemulihan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas dan lalu lintas udara.
Pembersihan abu Anak Krakatau di sisi udara menjadi salah satu tahapan penting sebelum penerbangan kembali dilayani. Pemeriksaan runway juga dilakukan untuk memastikan landasan memenuhi standar keselamatan.
Di Soetta, pengendalian arus penerbangan melalui ATFM diterapkan agar keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berlangsung secara bertahap.
Bagi penumpang, kondisi ini berarti jadwal penerbangan masih dapat mengalami perubahan. Karena itu, informasi terbaru dari maskapai menjadi acuan utama sebelum melakukan perjalanan.
Dengan kembali dibukanya sejumlah bandara, aktivitas penerbangan perlahan dipulihkan setelah terdampak sebaran abu Anak Krakatau. Namun, proses normalisasi masih dilakukan secara bertahap sesuai kondisi operasional masing-masing bandara.***