SANGIHE, Mediapriangan.com - Kobaran api yang melanda kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, belum juga padam setelah beberapa hari berlangsung.
Karhutla Gunung Awu dilaporkan terjadi sejak Sabtu, 5 September 2026. Hingga Rabu, 9 September 2026, api masih terlihat di kawasan gunung dan dilaporkan meluas hingga mendekati permukiman warga.
Situasi tersebut diungkap dokter sekaligus konten kreator Karen Kurnia melalui akun Instagram @sikardian. Ia membagikan kondisi kebakaran yang terlihat dari kawasan permukiman.
Karen mengatakan kobaran api pertama kali terlihat dari kejauhan ketika dirinya pulang dari tugas jaga pada malam 5 September 2026.
Baca Juga: Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap
“Tanggal 5 September 2026 saat pulang jaga sekitar jam 20.00 Wita, kita lihat dari kejauhan itu emang ada kobaran api. Ternyata itu Gunung Awu lagi kebakaran,” ujarnya dalam video, dikutip pada Kamis, 10 September 2026.
Saat itu, Karen sempat berhenti dan bertanya kepada warga mengenai sumber kobaran api. Warga awalnya mengira kejadian tersebut merupakan kebakaran kebun.
“Kita sempet berhenti, tanya ke warga sekitar, katanya ada kebakaran kebun. Awalnya dikira kebakaran biasa, ternyata kebakaran di area gunung,” sambungnya.
Api Meluas Mendekati Permukiman
Kondisi Karhutla Gunung Awu belum menunjukkan tanda api benar-benar padam. Bahkan, kobaran disebut semakin meluas hingga mendekati kawasan tempat tinggal warga.
“Sampai tanggal 9 September 2026, apinya belum kunjung padam. Malahan meluas sekali, sampai-sampai udah mendekati permukiman warga,” imbuhnya.
Situasi di lapangan turut dipengaruhi kondisi kemarau panjang yang tengah berlangsung di Sangihe. Vegetasi berupa pepohonan dan daun kering menjadi material yang mudah terbakar.
Upaya pemadaman juga menghadapi kendala medan. Lokasi kebakaran berada di kawasan lereng gunung dengan akses terbatas sehingga menyulitkan petugas dan relawan menjangkau titik api.
Menurut Karen, bantuan pemadaman dari udara juga belum diturunkan untuk menangani Karhutla Gunung Awu.