Renan juga meminta agar kedua siswi diberikan ruang selama menjalani proses pemulihan. Menurutnya, perhatian berlebihan dari lingkungan sekitar maupun pemberitaan media dapat membuat kondisi psikologis pasien remaja menjadi kurang nyaman.
“Kita mengajak semua pihak ya untuk memberi kesempatan anak-anak, adik-adik kita ini untuk tenang kembali. Tidak diwawancara atau apa di media dan sebagainya sehingga bisa kembali beraktivitas,” ucap Renan.
“Dengan usia remaja seperti ini, menjadi pusat perhatian juga bisa menjadi hal yang tidak nyaman dari segi psikiatris,” tutupnya.***