Renan juga meminta agar kedua siswi diberikan ruang selama menjalani proses pemulihan. Menurutnya, perhatian berlebihan dari lingkungan sekitar maupun pemberitaan media dapat membuat kondisi psikologis pasien remaja menjadi kurang nyaman.
“Kita mengajak semua pihak ya untuk memberi kesempatan anak-anak, adik-adik kita ini untuk tenang kembali. Tidak diwawancara atau apa di media dan sebagainya sehingga bisa kembali beraktivitas,” ucap Renan.
“Dengan usia remaja seperti ini, menjadi pusat perhatian juga bisa menjadi hal yang tidak nyaman dari segi psikiatris,” tutupnya.***
Artikel Terkait
KTR di Ciamis Diperkuat, Pemkab Soroti Pengawasan hingga Perubahan Perilaku Masyarakat
Relawan SPPG Bengkulu Ditemukan Tewas di Sungai, Batu di Baju dan Pria Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Asap Hitam Kebakaran Pabrik Lampu Tangerang Membubung hingga Bandara Soetta, 3 Blok Gudang Terbakar
Kebakaran Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya Picu Asap Tebal, Jarak Pandang Pengguna Jalan Terganggu
MATAMA Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung Dibuka, Wakil Bupati Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Berani Hadapi Masa Depan
Bakesbangpol Jabar Gelar Seminar Ekonomi Rancage di Kota Tasikmalaya, Bahas Strategi Ketahanan Ekonomi Daerah