"(Lalu mengatakan) 'Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," sambungnya.
Menurut AS, dirinya sempat menolak tawaran tersebut. Namun, temannya akhirnya menerima ajakan karena merasa tidak enak untuk menolak.
AS kemudian mengaku berusaha mencegah temannya mengikuti pembuatan konten. Akan tetapi, ia justru ikut ditarik masuk ke dalam rekaman.
Baca Juga: Viral Guru di Bogor Protes Cek Aroma MBG, BGN Sebut Guru Perlu Periksa Makanan Sebelum Dimakan
Instruksi Saat Perekaman Membuat Korban Tidak Nyaman
Dalam proses perekaman, AS menyebut mereka diberikan sebuah boneka dan mendapat sejumlah arahan dari pembuat konten.
Situasi yang awalnya disebut sebagai pembuatan konten boneka itu kemudian berubah menjadi pengalaman yang menurut AS membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Ia mengatakan terdapat adegan tos-tosan, pemberian boneka hingga instruksi untuk melihat dan memegang bagian ekor boneka.
"Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," beber AS.
AS selanjutnya membagikan pengalamannya melalui Threads. Unggahan tersebut kemudian memunculkan pengakuan dari sejumlah perempuan lain yang menyatakan pernah mengalami perlakuan serupa.
Kasus itu pun berkembang dari cerita pribadi di media sosial menjadi dugaan pelecehan yang kini tengah ditangani polisi di Surabaya.
Baca Juga: Sanggah Desil Bansos 2026 Bisa Lewat WhatsApp, Ini Cara Koreksi Data di Cek Bansos Kemensos
Pembuat Konten Sampaikan Permintaan Maaf
Di tengah penyelidikan, pemilik akun TikTok dan YouTube @takimofficial08 memberikan klarifikasi terkait konten yang dipersoalkan.