“Truk terbalik saking tebalnya asap, warga Kalimantan hati-hati saat beraktivitas pagi karena jarak pandang tertutup kabut asap,” tulis akun Threads @ahm*****1.
Dalam video yang beredar, perekam menyebut kondisi jalan sulit terlihat dan meminta perhatian instansi terkait.
“Posisi jalan enggak kelihatan terbalik di daerah sini, minta tolong orangnya tapi enggak kelihatan. Instansi terkait tolong,” ujar perekam video.
Baca Juga: Banjir Bandang Solok Porak-porandakan Arosuka, 2 Korban Hilang dan 100 Rumah Terdampak
Kabut Asap Dikeluhkan Berbulan-bulan
Persoalan kabut asap bukan hanya berkaitan dengan aktivitas perjalanan. Sejumlah warga juga menyampaikan keluhan mengenai paparan asap yang berlangsung dalam waktu panjang.
Salah satu unggahan menyebut kondisi tersebut telah dirasakan selama berbulan-bulan.
“Sudah berbulan-bulan enggak ada perubahan, bayangin aja gimana kami di sini nafasnya,” tulis akun @fft****w.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang menggambarkan kondisi udara di Banjarmasin.
“Kami menghirup asap seperti ini setiap hari dan hari ini Banjarmasin pekat sekali,” tulis akun @kha****z.
Keluhan warga tersebut muncul ketika penanganan dampak karhutla masih dilakukan pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Kalsel telah mengaktifkan 127 rumah oksigen untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Fee Proyek 10 Persen Jadi Awal Perkara, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Kini Tersangka KPK
Dari jumlah tersebut, 38 rumah oksigen berada di Banjarbaru. Sementara lainnya tersebar di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut yang juga termasuk wilayah dengan dampak kabut asap cukup parah.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Diauddin mengatakan layanan kesehatan lapangan juga terus dijalankan selama periode karhutla.
“Layanan lapangan siaga karhutla telah menjangkau 46.347 jiwa melalui 90 titik kegiatan selama periode Juli hingga September 2026,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin dalam keterangannya, dikutip pada Selasa, 22 September 2026.