daerah

Kabut Asap Pekat Kembali Selimuti Kalimantan, Unggahan Warga Ramai Singgung Pernyataan Aktivitas Normal BNPB

Minggu, 27 September 2026 | 08:18 WIB
Kabut asap pekat kembali terlihat di Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan pada 24 September 2026 di tengah penanganan karhutla. (Threads/imquennnn98)

Pernyataan BNPB yang Jadi Perbincangan

Ramainya unggahan mengenai kabut asap tersebut tidak terlepas dari laporan Suharyanto mengenai perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto, Suharyanto menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat masih berlangsung.

Ia menyebut sejumlah aktivitas sehari-hari tetap berjalan, meskipun akses penerbangan mengalami gangguan.

Baca Juga: Langit Kuning Selimuti Barito Utara, Kabut Asap Karhutla di Kalimantan Tengah Ganggu Aktivitas Warga

“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu,” ujar Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 25 September 2026.

“Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi konteks bagi sejumlah warga ketika mengunggah kondisi kabut asap yang mereka lihat di lapangan.

Baca Juga: Karhutla Jatim Makin Meluas, Gunung Buthak-Kawinajang Terbakar 1.000 Hektare, Water Bombing Terkendala Angin

Penanganan Karhutla Tetap Berjalan

Di tengah perbincangan mengenai kondisi udara, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan masih dilakukan pemerintah dan tim gabungan.

BNPB sebelumnya melaporkan penguatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk optimalisasi pemadaman darat. Pada 21 September 2026, BNPB menyebut penguatan tersebut dilakukan karena operasi udara menghadapi kendala asap tebal dan jarak pandang rendah.

BNPB juga mencatat koordinasi lintas instansi terus diperkuat dalam penanganan karhutla. Kepala BNPB pada 23 September 2026 menekankan pentingnya integrasi data serta koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan masyarakat dalam penanggulangan karhutla.

Sebelumnya, BNPB juga menyatakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu penanganan karhutla. Suharyanto menyatakan upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga karhutla mereda.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal. Kami yakinkan ini akan berakhir ketika paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026,” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini

Enam Jalan Belum Beres, Warga Kembali Menunggu

Kamis, 24 September 2026 | 15:52 WIB

SOR Mangunreja Dikebut, Rp72 Miliar Siap Digelontorkan

Kamis, 24 September 2026 | 12:16 WIB