Penghulu Diingatkan soal Etika Pelayanan
Kasus penghulu viral di Mojokerto itu turut menjadi perhatian terhadap pentingnya etika dalam pelayanan pencatatan pernikahan. Zayadi menekankan bahwa profesionalisme penghulu tidak cukup hanya dengan menjalankan prosedur secara tepat.
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara santun juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perbedaan pemahaman selama akad nikah, menurutnya, semestinya diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa mengesampingkan aturan.
Kemenag juga berencana memperkuat pembinaan dan pemantauan terhadap kinerja penghulu. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan mutu layanan kepenghuluan agar lebih tertib, ramah, dan profesional.***