PANGANDARAN, Mediapriangan.com - Hajat Lembur bertema “Mupusti Tradisi, Mulasara Budaya, Neraskeun Carita Kolot” yang digelar di Lembur Kuring, Dusun Bojongkarekes, RW 13, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran, Minggu 11 Oktober 2026, berlangsung meriah.
Kegiatan tersebut mendorong pemerintah memperkuat pelestarian budaya Pangandaran melalui dukungan, ruang pertunjukan, dan integrasi dengan sektor pariwisata. Acara dihadiri sejumlah tokoh adat Jawa Barat, unsur Pemerintah Kabupaten Pangandaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya.
Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026-2027, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. atau yang akrab dikenal Abah Anton, mengatakan Hajat Lembur merupakan kekayaan budaya yang perlu dikembangkan menjadi agenda budaya daerah, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Wisata tanpa budaya ibarat kebun yang kering. Supaya menjadi taman yang hijau, perlu ada integrasi dan kolaborasi antara pariwisata dan budaya,” ujar Abah Anton kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Menurut Anton, nilai-nilai tradisi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari agar pelestarian budaya tidak kehilangan makna.
"Kalau hanya seremonial, pada akhirnya bukan lagi budaya, melainkan sekadar memperingati event budaya. Kalau ingin benar-benar menjadi budaya, harus melekat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Ia juga menyoroti keterbatasan ruang pertunjukan bagi pelaku seni dan budaya di Pangandaran. Padahal, daerah tersebut memiliki banyak padepokan dan kelompok kesenian.
Untuk itu, Abah Anton mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyediakan ruang pertunjukan yang dapat digunakan secara rutin, termasuk di kawasan wisata, pusat kegiatan masyarakat, dan hotel.
Menurut Abah Anton, pertunjukan budaya seperti ronggeng, kecapi suling, dan kesenian tradisional lainnya berpotensi menjadi atraksi bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
“Kalau sudah teragendakan dan terjadwalkan, wisatawan bisa mengetahui bahwa setiap hari tertentu ada pertunjukan kesenian di Pangandaran. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kominfo Saba Desa Dorong Digitalisasi Desa Babakan, Diskominfo Pangandaran Perkuat Layanan Berbasis Teknologi
Kominfo Saba Desa Genjot domain desa.id, Diskominfo Targetkan Seluruh Desa di Kabupaten Pangandaran Go Digital
Destinasi Wisata Pangandaran Dipantau Live CCTV saat Lebaran 2026, Wisatawan Bisa Cek Gerbang Utama Real-Time
Waspada Pencatutan Nama Pejabat Pangandaran di WhatsApp, Diskominfo Minta Warga Tak Sembarang Sebar Kontak
Lolos Uji BSSN, CSIRT Diskominfo Kabupaten Pangandaran Diganjar Sertifikat Apresiasi
33 Desa di Pangandaran Sudah Gunakan Domain desa.id, Langkah Besar Menuju Digitalisasi Desa