“Tadi malam hujan beberapa menit, Alhamdulillah. Di sebagian tempat lainnya, hujan tengah malam dan ada juga yang subuh atau paginya hujan deras,” tulis akun @sus*****i.
“Dan pagi ini, asap jauh berkurang. Masih mendung juga, semoga hujan lagi yang deras dan lama. Terima kasih untuk yang selalu mendoakan,” lanjutnya.
Berkurangnya kabut asap Palangka Raya setelah hujan menjadi kabar yang melegakan bagi warga. Namun, kondisi tersebut belum berarti persoalan asap akibat karhutla telah sepenuhnya teratasi. Masyarakat masih berharap hujan kembali turun untuk membantu memperbaiki kualitas udara.
Dinkes Siagakan 11 Puskesmas
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya tetap menyiapkan layanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan tenaga medis dan persediaan oksigen telah disiapkan untuk mendukung penanganan warga yang membutuhkan bantuan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan tetap kami siapkan untuk masyarakat selama kondisi kabut asap ini. Kami juga memastikan ketersediaan oksigen aman agar warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera terlayani,” ujar Riduan dalam keterangan resmi yang diunggah melalui laman Media Center Palangka Raya pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Berdasarkan catatan Dinkes, sebanyak 11 puskesmas di Kota Palangka Raya disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak karhutla. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang oksigen guna mendukung penanganan pasien yang memerlukan bantuan pernapasan.
Selain mengoptimalkan pelayanan di puskesmas, Dinkes juga memperkuat koordinasi dengan jejaring fasilitas kesehatan lainnya. Upaya penjangkauan langsung turut dilakukan ke kawasan permukiman yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Langkah tersebut ditujukan agar warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.
Riduan mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati meskipun hujan mulai turun dan kabut asap Palangka Raya dilaporkan berkurang di sejumlah wilayah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan jangan menunda pemeriksaan jika gangguan pernapasan terasa semakin berat,” pungkasnya.***