TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Ratusan pesilat muda dari berbagai jenjang pendidikan berkumpul dalam gelaran akbar Pagelaran Budaya Jawara Sukapura Ngadaun Ngora dan Kejuaraan Silat Perisai Diri Antar Pelajar se-Kota Tasikmalaya yang digelar di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya pada Rabu malam (14/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (Kelatnas) Kota Tasikmalaya ini diikuti oleh 755 pesilat yang terbagi dalam empat kategori, yakni kategori TK, SD, SMP, dan SMA. Mereka merupakan perwakilan dari 39 ranting latihan Perisai Diri yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.
Acara dibuka dengan seremonial yang menampilkan berbagai pintonan bernuansa budaya lokal. Beragam kesenian tradisional ditampilkan untuk menghibur para tamu undangan dan penonton, mulai dari seni Lengser, Tari Jaipong yang energik, atraksi pencak silat, hingga pertunjukan Barongsay.
Dalam pentas budaya tersebut, kolaborasi antara pencak silat sebagai seni bela diri asli Indonesia dengan Barongsay menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil memukau penonton.
Acara dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya Momon Suryaman, jajaran pengurus Perisai Diri, tokoh masyarakat, serta para orang tua pesilat.
Usai membuka secara resmi kegiatan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara mengatakan, dirinya sangat kagum dan mengapresiasi potensi budaya yang dimiliki Kota Tasikmalaya yang begitu kaya dan masih lestari hingga kini.
Sebagai sesama pelaku seni, ujar Diky, dirinya menilai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya sangat penting untuk terus dijaga di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Ia juga menyinggung tentang makna jawara yang sesungguhnya dalam seni bela diri pencak silat. Menurutnya, jawara bukan hanya tentang kekuatan fisik dan kemampuan memenangkan pertarungan di atas matras, melainkan jawara terhadap dirinya sendiri.
"Jawara yang sesungguhnya adalah yang bisa menaklukkan hawa nafsunya sendiri. Mawas diri itu yang paling penting," ujar Diky.
Diky juga menyoroti kolaborasi pertunjukan pencak silat dan Barongsay yang tampil beriringan. Baginya, hal tersebut menjadi simbol nyata toleransi dan akulturasi lintas budaya yang harus terus dirawat.
Baca Juga: Perkuat Fungsi Masjid, PD DMI Kota Tasikmalaya Gelar Program Akademi Kader Masjid
Artikel Terkait
Tekan Kasus TB dan Gagal Ginjal Usia Muda, Kemenkes Genjot CKG di Kota Tasikmalaya
Payung Geulis Kota Tasikmalaya Dibuat Lebih Inovatif, Model 8 Jari-jari Jadi Harapan Baru Para Perajin
HIPMI Kota Tasikmalaya Matangkan MUSCAB VI, RBPL Bentuk SC dan OC untuk Kawal Tahapan Organisasi
32 Paralegal Kota Tasikmalaya Terima Sertifikat, Diky Chandra Dorong Jadi Jembatan Bantuan Hukum