755 Pesilat Ramaikan Jawara Sukapura Ngadaun Ngora di Tasikmalaya, Diky Candra Soroti Makna Jawara Sejati

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:52 WIB
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membuka Jawara Sukapura Ngadaun Ngora yang melibatkan 755 pesilat di GOR Sukapura Dadaha, Rabu malam (14/10/2026). (Dok. AMS)
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membuka Jawara Sukapura Ngadaun Ngora yang melibatkan 755 pesilat di GOR Sukapura Dadaha, Rabu malam (14/10/2026). (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Ratusan pesilat muda dari berbagai jenjang pendidikan berkumpul dalam gelaran akbar Pagelaran Budaya Jawara Sukapura Ngadaun Ngora dan Kejuaraan Silat Perisai Diri Antar Pelajar se-Kota Tasikmalaya yang digelar di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya pada Rabu malam (14/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (Kelatnas) Kota Tasikmalaya ini diikuti oleh 755 pesilat yang terbagi dalam empat kategori, yakni kategori TK, SD, SMP, dan SMA. Mereka merupakan perwakilan dari 39 ranting latihan Perisai Diri yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

Acara dibuka dengan seremonial yang menampilkan berbagai pintonan bernuansa budaya lokal. Beragam kesenian tradisional ditampilkan untuk menghibur para tamu undangan dan penonton, mulai dari seni Lengser, Tari Jaipong yang energik, atraksi pencak silat, hingga pertunjukan Barongsay.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Targetkan Gedung Permanen Sekolah Rakyat Mulai Dibangun Awal 2027, Siapkan 3.000 Buku

Dalam pentas budaya tersebut, kolaborasi antara pencak silat sebagai seni bela diri asli Indonesia dengan Barongsay menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil memukau penonton.

Acara dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya Momon Suryaman, jajaran pengurus Perisai Diri, tokoh masyarakat, serta para orang tua pesilat.

Usai membuka secara resmi kegiatan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara mengatakan, dirinya sangat kagum dan mengapresiasi potensi budaya yang dimiliki Kota Tasikmalaya yang begitu kaya dan masih lestari hingga kini.

Baca Juga: BTN Housingpreneur Batch 3 di ITB Bandung, Ajak Anak Muda Ciptakan Inovasi Perumahan hingga Teknologi Tahan Gempa

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membuka Pagelaran Budaya Jawara Sukapura Ngadaun Ngora dan Kejuaraan Silat Perisai Diri Antar Pelajar se-Kota Tasikmalaya di GOR Sukapura Dadaha, Rabu malam (14/10/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra membuka Pagelaran Budaya Jawara Sukapura Ngadaun Ngora dan Kejuaraan Silat Perisai Diri Antar Pelajar se-Kota Tasikmalaya di GOR Sukapura Dadaha, Rabu malam (14/10/2026). (Dok. AMS)

Sebagai sesama pelaku seni, ujar Diky, dirinya menilai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya sangat penting untuk terus dijaga di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Ia juga menyinggung tentang makna jawara yang sesungguhnya dalam seni bela diri pencak silat. Menurutnya, jawara bukan hanya tentang kekuatan fisik dan kemampuan memenangkan pertarungan di atas matras, melainkan jawara terhadap dirinya sendiri.

"Jawara yang sesungguhnya adalah yang bisa menaklukkan hawa nafsunya sendiri. Mawas diri itu yang paling penting," ujar Diky.

Diky juga menyoroti kolaborasi pertunjukan pencak silat dan Barongsay yang tampil beriringan. Baginya, hal tersebut menjadi simbol nyata toleransi dan akulturasi lintas budaya yang harus terus dirawat.

Baca Juga: Perkuat Fungsi Masjid, PD DMI Kota Tasikmalaya Gelar Program Akademi Kader Masjid

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X