TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Masyarakat Kota Tasikmalaya yang belum memiliki jaminan BPJS Kesehatan berpeluang memperoleh layanan perawatan kelas 3 melalui program kesehatan gratis Pemerintah Provinsi Jawa Barat. RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya menjadi salah satu rumah sakit yang telah menjalin kerja sama untuk mendukung program tersebut.
Meski petunjuk teknis pelaksanaannya masih dalam tahap finalisasi, pelayanan bagi pasien yang membutuhkan perawatan disebut sudah dapat berjalan. Pemerintah daerah masih menyesuaikan pendataan agar pembiayaan pasien dapat dibagi sesuai kewenangan pemerintah pusat dan daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Asep Hendra, mengatakan RSUD Dewi Sartika telah menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung program yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Tapi kita masih menunggu teknis karena ada beberapa petunjuk teknis dari Provinsi yang masih menunggu finalisasi," terang Asep, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Asep, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat masih menyelesaikan petunjuk teknis program tersebut. Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan perawatan sudah bisa memanfaatkan layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Tapi untuk pasien yang memerlukan perawatan, sudah bisa menggunakan program tersebut, tinggal kita melengkapi datanya mana yang bisa di kaper oleh daerah mana yang oleh pusat. Artinya walau secara aturan masih dilakukan finalisasi, namun untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah berjalan," ujar Asep.
Di luar kesiapan mengikuti program kesehatan gratis Pemprov Jabar, RSUD Dewi Sartika juga menunjukkan perkembangan dari sisi pelayanan dan jumlah pasien. Rumah sakit yang berada di Jalan Cibeuti, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, tersebut dinilai memiliki fasilitas yang semakin memadai untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
"Saat ini pelayanan di rumah sakit Dewi Sartika Kota Tasikmalaya sudah cukup representatif. Bahkan Rumah Sakit Dewi Sartika ini, kini bisa menjadi ikon baru RSUD di Kota Tasikmalaya setelah RSUD dr Soebardjo," ujar Asep.
Ia menilai rumah sakit tersebut mulai menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Sejumlah layanan spesialis telah tersedia, ruang perawatan disiapkan, dan pelayanan poliklinik sudah berjalan.
"Seperti spesialis sudah siap, ruangan siap, poli sudah berjalan. Bahkan sejak satu tahun ini keterisian tempat tidur juga sudah cukup baik dimana setiap bulannya mengalami proges peningkatan," jelasnya.