"Kurikulum yang digunakan dalam kelas Kelas Industri Tokyo Biso Japan ini merupakan kurikulum kolaborasi," jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, Ir. Dudi Ahmad Holidi, M.Si mengatakan jumlah pengangguran Kota Tasikmalaya berkisar 22,62 persen.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu latihan untuk pendapatan kerja lewat LPK, ada juga pelatihan wirausaha baru, dan Sekolah Vokasi yang sudah siap bekerja.
"Jumlah pengangguran Kota Tasikmalaya berkisar 22,62 persen, maka perlu adanya pelatihan kerja lewat LPK, pelatihan wirausaha baru, dan Sekolah Vokasi yang sudah siap bekerja," terangnya.
Sedangkan Kabid PSMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menyebut ada 3 hal penting dalam pembelajaran ini, yaitu skill, knowledge, attitude.
Munculnya Kelas Industri Tokyo Biso Japan ini berada di luar ekspektasi, ini menunjukkan bahwa SMKN 1 Tasikmalaya memiliki peningkatan kualitas yang sangat mendukung.
"Kelas Industri Tokyo Biso Japan ini menunjukkan bahwa SMKN 1 Tasikmalaya memiliki peningkatan kualitas yang sangat mendukung," ujarnya.***