Lebih lanjut, kang Emil mengemukakan, catatan angka kejahatan sepanjang tahun 2022 di Jabar, hanya menyentuh 7.500 kasus, padahal penduduknya hampir 50 juta jiwa.
Kecilnya rasio angka kejahatan terhadap jumlah penduduk tersebut, sebut kang Emil, menandakan Jabar relatif aman dan kondusif.
"Sepanjang tahun 2022 dengan penduduk hampir 50 juta jiwa tapi kejahatan hanya 7.500. Ada Provinsi lain yang penduduk hanya 10 juta tapi kejahatannya 30 ribuan. Jadi rasio terhadap penduduk banyak itu relatif sangat aman tentram," tutur kang Emil.
Dalam malam pisah sambut Kapolda Jabar tersebut, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Jabar sebelumnya, yang selama menjabat kehadirannya sangat dirasakan oleh masyarakat.
"Atas nama masyarakat Jabar, kami haturkan terima kasih kepada Pak Suntana, bukan soal lamanya bertugas tetapi seberapa dalam terasa kehadirannya oleh masyarakat," ucapnya.
Seperti diketahui, sesuai surat telegram Kapolri nomor ST/713/III/KEP/2023 tanggal 27 Maret 2023, Irjen Pol Akhmad Wiyagus dipercaya kembali ke Tanah Pasundan menjabat Kapolda Jabar menggantikan Suntana yang akan promosi jabatan menjadi Komisaris Jenderal.
Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus menegaskan, dirinya berkomitmen akan melanjutkan prestasi yang sudah dicapai Kapolda sebelumnya.
Baca Juga: Hari Pertama Sub PIN Polio, 500 Ribu Anak Jabar Terimunisasi
"Bagi saya ini adalah kehormatan. Saya akan melanjutkan apa yang dicapai Pak Suntana," ucap Wiyagus.
Pria lulusan Akpol tahun 1989 ini menyampaikan komitmennya yaitu tidak akan ada tempat di Jabar bagi premanisme.
Dia mengaku akan tegas kepada siapapun yang mengganggu kondusifitas Jabar.
Baca Juga: Sekda Jabar: Pengunjung Masjid Raya Al Jabbar Wajib Tahu ini
"Tentunya tidak ada tempat di Jabar bagi premanisme saya akan tegas," kata Akhmad Wiyagus.