Mediapriangan.com - Kecanggihan teknologi yang kian memudahkan orang melakukan amal kebaikan salah satunya infak dan sedekah melalui kotak amal digital, kini mulai dilirik pelaku kejahatan.
Kode QR Standar Indonesia (Quick Response Code Indonesia Standard) atau QR Code saat ini menjadi instrumen baru yang sudah dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menampung kebaikan orang beramal saleh melalui kotak amal digital secara non tunai.
Namun seiring perkembangannya, pembayaran secara non tunai ini menjadi sasaran pelaku kejahatan, untuk melancarkan aksinya tak terpuji dengan menempelkan QR Code di kotak amal masjid.
Baca Juga: Yuk! Ikutan Memilih Logo IKN, Berhadiah Motor Listrik yang ditandatangani Presiden Joko Widodo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jabar, untuk meningkatkan keamanan.
Kemudian rutin melakukan pengecekan untuk mengantisipasi tindakan penempelan QR Code di kotak amal oleh pelaku kejahatan.
Dia juga mengimbau kepada media agar menginformasikan modus baru kejahatan ini sehingga diketahui masyarakat dan bisa lebih berhati-hati.
"Dari sejumlah informasi di media sosial ada modus baru, yaitu penjahat menempelkan stiker QR Code di kotak amal masjid, sehingga saat jemaah berniat menyumbang secara digital ke rekening masjid malah jatuhnya ke rekening penjahat," kata Kang Emil di Pendopo Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin, 10 April 2023.
Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil ini menegaskan kembali, agar seluruh DKM yang ada kotak amal digital, untuk selalu dicek setiap hari dan keamanannya ditingkatkan.
"Jangan sampai sumbangan jemaah pindah ke rekening yang tidak berhak," ujar Kang Emil.***